
GRESIK – Ada persoalan-persoalan mendasar yang selama ini jadi pemikiran, dan kemudian menumpuk dalam kegelisahan warga nahdliyin tiap berlangsung suksesi kepemimpinan lima tahunan dalam sebuah even pemilukada. Yakni, memposisikan masyarakat yang terpenggirkan nasibnya dalam ketidak pastian.
Karena itulah, para calon pemilih di tingkat akar rumput, yang kebetulan pengikut fanatisme NU di Kabupaten Gresik, lebih melihat sosok yang mewakili NU daripada diberangkatkan dari partai mana.
“Kami memilih calon (bupati) yang dari NU. Bukan karena kepartaiannya,” tutur Zaenuri, seorang pensiunan guru PNS yang kini menjadi guru MTs di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, yang dihubungi melalui ponselnya, Senin 29 Maret 2010.
Zaenuri menyatakan, bukan lantaran keinginan untuk melanggengkan kepemimpinan tokoh NU, dan kebetulan Bupati Gresik selama dua periode terakhir dipimpin wong NU, KH Robbah Ma’sum.
Dalam konteks pemilukada yang bakal diselenggarakan pada Juni mendatang, setidaknya calon pemilih di tingkat akar rumput telah diberikan pilihan calon bupati (cabup) Husnul Huluq, Ketua PCNU Gresik yang juga menjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) setempat, yang berpasangsan dengan tokoh NU juga, Musyafa’ Noor.
Masyarakat berharap, seperti yang diungkapkan warga lainnya, Mujamil, Husnul Huluq yang banyak tahu tentang kehidupan sosio masyarakat Gresik secara utuh dari perjalanan karirnya sebagai birokrat yang panjang nan berliku, mampu memahami dan merealisasikan aspirasi masyarakat.
“Masih banyak yang mesti dikerjakan untuk menempatkan masyarakat pada sosio ekonomi yang layak. Memang ini tidak mudah. Tapi, kalau tidak dikerjakan mulai dari sekarang, lantas kapan lagi,” tutur Mujamil.
Sementara itu, usai dilakukan verifikasi dan rapat pleno terhadap para bakal calon bupati dan wakil bupati secara tertutup pada 23 Maret lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat akhirnya mengumumkan penetapan nomer urut pasangan calon pemilukada Kabupaten Gresik 2010.
Nomor urut 1 jatuh kepada pasangan Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (BANI), nomor urut 2 pasangan KH Mujitabah-Suwano (Jiwa), nomer urut 3 pasangan Sambari Halim Radianto-Moh Qosim (SQ), nomor urut 4 pasangan Mohammad Nasihan-Syamsul Ma’arif (MA), nomor urut 5 Husnul Khuluq-Musyafa Noer (Humas) dan nomor urut 6 pasangan Sastro Soewito-Samwil (S2BY).
Kemkomdigi Luncurkan Mudikpedia Nataru
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 38 Pati
Panglima TNI dan Kapolri Terima Ransus Maung Buatan Pindad dari Menhan
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Alumni SMAN 5 Makassar Angkatan 88 Peduli Banjir, Buat Dapur Umum









