maiwanews – Pemerintah Malaysia mengerahkan setidaknya dua jet tempur untuk menghadapi pasukan Sulu di desa Tanduo Lahad Datu Sabah Selasa 5 Maret 2013. Serangan udara menggunakan setidaknya dua pesawat tempur dilakukan untuk mendukung serangan darat tentara Malaysia.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, (sebagaimana dikutip VoA) mengatakan dalam pernyataan bahwa setiap usaha telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu dengan damai, tetapi serbuan hari Selasa itu perlu untuk menjaga martabat dan kedaulatan Malaysia.
Usai penyerbuan selama lebih kurang 30 menit, Media Malaysia mengutip pernyataan pejabat negara tersebut bahwa serangan udara berhasil mendesak pasukan Sulu meninggalkan wilayah Lahad Datu. Sementara juru bicara pasukan Sulu, Abraham Idjirani, mengklaim serangan pemerintah Malaysia gagal. Abraham mengaku semua pimpinan selamat, ditegaskan juga bahwa mereka tidak mau menyerah.
Pertikaian berawal ketika pertengahan Februari lalu sekitar 200 pasukan Sultan Sulu dari Filipina menyerbu negara bagian Sabah, Malaysia Timur. Para penyerbu mengklaim wilayah tersebut sebagai tanah leluhur mereka dan merupakan milik Kesultanan Sulu. (aso)
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Apresiasi Perjuangan Buruh, Munafri: Hak & Kesejahteraan Harus Terpenuhi
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Nato Luncurkan Dua Inisiatif Pertahanan Udara Multinasional Baru
DEN Sampaikan Rekomendasi ke Prabowo Terkait Kebijakan Trump









