maiwanews – Salah seorang saksi penting dalam menguak identitas pelaku penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan adalah Bima. Pria yang berprofesi sebagai satpam itu dirampas sepeda motornya oleh pelaku untuk melarikan diri.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, sepeda motor milik Bima dengan mudah dirampas pelaku karena awalnya ia sempat membopong salah seorang dari dua pelaku.
“Pelaku bahkan sempat dia bopong,” ungkap Rikwanto, Sabtu 17 Agustus 2013. Hal itu dilakukan Bima karena mengira pelaku adalah korban kecelakaan lalu litas yang saat itu sedang berlumurn darah.
Rikwanto menjelaskan, berdasarkan keterangan Bima, ketika tengah menolong, tiba-tiba satu pelaku lainnya datang dan menodongkan pistol. Tak bisa berbuat apa-apa, Bima membiarkan sepeda motor Bima dibawa kabul pelaku dengan membawa rekannya yang terluka.
Meski bertatapan langsung bahkan membopong,Bima tidak bisa memastikan apakah darah di tubuh salah seorang pelaku tersebut disebabkan oleh tembakan polisi atau akibat ditabrak mobil Avanza yang dikendarai Buser yang mengejarnya.
Akan tetapi, sketsa wajah kedua pelaku yang sudah dipublikasikan polisi salah satu sumbernya adalah Bima.
Dari sketsa wajah keduanya, pelaku pertama diperkirakan berusia 30 tahun, tinggi 170 cm, berbadan gemuk, berkulit hitam, berambut gonrong dan berhidung besar. Pada saat kejadian, ia mengenakan jaket parasut berwarna hitam.
Sementara pelaku kedua digambarkan berusia kurang lebih 27 tahun, tinggi 168 cm, kulit hitam, bertubuh kurus dengan rambut ikal tipis, dan mengenakan kaos berkerah berwarna coklat saat kejadian.
Rikwanto mengimbau masyarakat yang melihat orang yang mirip dengan sketsa ini untuk melaporkannya kepada kantor kepolisian terdekat, atau dengan cara menelpon ke 110 dan mengirimkan SMS ke 1717.
Rikwanto juga menghimbau kepada polisi agar lebih berhati-hati dalam bertugas termasuk menggunakan pelindung, karena berdasarkan cara melakukan pembunuhan, pelaku diperkirakan orang terlatih dan bermental kuat.
Brigadir Kepala Maulana dan Aiptu Kus Hendratma, anggota Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, tewas ditembak oleh orang tak dikenal, Jumat 16 Agustus 2013.
Sebelumnya, anggota Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono tewas tertembak di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan pada tanggal 27 Juli 2013, pukul 04.30.
Peristiwa lainnya, seorang anggota polisi satuan Binmas Polsek Metro Cilandak, Aiptu Dwiyatna juga tewas ditembak pada 7 Agustus 2013 pada saat akan berangkat ke mesjid untuk shalat.
Pemkot Makassar Dukung Kejurnas Shorinji Kempo 'Rektor Unhas Cup XVI'
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Munafri Arifuddin Tegaskan Profesionalisme Penunjukan Plt Direksi Perumda Makassar
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi









