Presiden China: Krisis Suriah tak Bisa Diselesaikan Dengan Invasi Militer

maiwanews – Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada hari Jumat (6/9/2013) bahwa krisis di Suriah tidak harus diselesaikan melalui serangan militer.

Xi mendesak mitranya tersebut untuk mempertimbangkan solusi politik dalam upaya penyelesaian krisis Suriah yang sudah memasuki tahun ketiga dan telah menewaskan ratusan ribu orang dari pihak oposisi maupun pemerintah.

“Sebuah solusi politik merupakan satu-satunya jalan keluar yang tepat untuk krisis Suriah, dan serangan militer tidak dapat menyelesaikan masalah dari akar, ” demikian pernyataan Xi kepada Obama di sela-sela pertemuan puncak G20 di St Petersburg, Rusia yang dikutip voanews dari kantor berita resmi, Xinhua.

Pernyataan Xi tersebut merupakan komentar pejabat tertinggi China sejak merebaknya berita serangan senjata kimia Agustus lalu di Suriah . Sebelumnya, dengan nada yang sama, juru bicara kementerian luar negeri negeri itu mendesak peran Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan krisis Suriah menyusul pernyataan AS yang mengatakan telah menyerah dalam upaya kerja sama dengan dewan Suriah .

Xi berharap negara-negara tertentu memiliki pemikiran kedua sebelum tindakan dan menyerukan penyelidikan penuh yang tidak memihak oleh PBB untuk menyelidiki penggunaan senjata di Suriah. Xi menegaskan, siapa pun yang menggunakan senjata kimia harus bertanggung jawab.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Xi juga menekankan posisi China kepada Obama untuk tetap berpegang pada dua prinsip yakni mempertahankan norma-norma dasar hukum dan hubungan internasional serta larangan penggunaan senjata kimia.

Dia mendesak masyarakat internasional untuk bekerja mencapai kesepakatan pada konferensi kedua di Jenewa yang bertujuan membahas transisi politik yang terbuka di Suriah.

Rusia dan Cina sebelumnya telah memveto resolusi yang diajukan barat dalam rangka menjatuhkan sanksi Dewan Kemanan PBB kepada Presiden Suriah Bashar al – Assad.

Untuk menunjukkan bahwa sikapnya tidak memihak, China juga telah mendesak pemerintah Suriah untuk berbicara dengan oposisi dan mengambil langkah-langkah untuk memenuhi tuntutan perubahan politik termasuk usulan pembentukan pemerintah transisi.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga hadir di pertemuan puncak G20 di Saint Petersburg menyeru kepada masyarakat internasional untuk tidak mengambil opsi tindakan militer dalam penyelesaian konflik di Suriah.

Indonesia memilih opsi politik dan di bawah mandat PBB. “Tindakan militer untuk menghukum dan mencegah Suriah menggunakan senjata kimia, dan tanpa mandat PBB, bukan opsi yang tepat,” kata Presiden SBY dalam keterangan pers di St. Petersburg, Rusia, Jumat (6/9) petang waktu setempat.

Seperti diberitakan Kamis (5/9), duta besar AS untuk PBB, Samantha Power, telah menegaskan bahwa Washington tidak akan meminta persetujuan PBB untuk melancarkan serangan militer terhadap Suriah akibat penggunaan senjata kimia.

Ambisi AS itu diperkuat dengan mengirim sejumlah kapal perang termasuk kapal induk bertenaga nuklir, Nimitz ke perairan dekat Suriah sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan itu. Ketegangan makin meningkat karena Rusia juga mengirim sejumlah kapal perangnya di kawasan yang sama.