Sopir Bus Penabrak Pelajar SMA Ditetapkan Tersangka

BUS RUSAK DIHANCURKAN WARGATUBAN – Kepala Polisi Sektor Soko, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nur Asyik, menyatakan pengemudi bus Mutiara Indah Murni, Sukar, 55, warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, yang menabrak hingga tewas Imam Salafudin, 13, siswa SMAN I Soko, ditetapkan sebagai tersangka.

“Sopir bus telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam insiden tersebut,” tegas Nur Asyik. Dikatakan, pihaknya juga meminta aparat personil kepolisian dari Polres Tuban dan Bojonegoro untuk berjaga di lokasi kejadian akibat amuk massa dan menghancurkan bus hingga remuk.

Dalam insiden di jalan poros kecamtan yang menghubungkan antara Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Ngawi dan Cepu, Jawa Tengah tersebut, seorang siswa SMAN I Soko, meninggal dan satu korban lainnya mengalami luka parah setelah ditabrak bus PO Mutiara Indah di jalan Raya Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kemarin, Senin (5/4) siang.

Warga yang marah saat melihat kejadian selanjutnya merusak bus dan merobohkannya di pinggir jalan hingga kondisi kendaraan mengalami rusak parah.
Sementara, sopir bus berhasil melarikan diri dan kini, diamankan di kantor Kepolisian Resor (polres) setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, mulanya sekitar pukul 12.00 WIB bus Mutiara Indah bernomor polisi S 7179 UE yang dikemudikan Sukar, melaju dengan kencang dari arah selatan menuju ke Tuban. Saat itu, bus sedang kejar-kejaran dengan bus Cendana yang tidak diketahui nomor polisinya.

Nahas, di saat yang sama melintas di lokasi kejadian dari arah yang berlawanan muncul kendaraan roda dua bernomor polisi S 5757 GD yang dikemudikan Imam Salafudin, 13, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko yang berboncengan dengan Dewi Putri Nindiya, 13, warga Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Tuban, mengalami luka di bagian paha kanannya.

Akibat tak mampu menguasai laju kendaraan hingga akhirnya tabrakan tidak terhindarkan. Warga juga merusak armada bagian dalam dan luar bus hingga mengalami rusak parah. Untungnya, segera puluhan aparat datang dan mencegah kemarahan warga hingga tindakan lainnya bisa dicegah.Sementara, belasan penumpang yang ada di dalam bus diminta keluar dan berganti angkutan lainnya.

Tidak berhenti disitu, terangnya, puluhan warga yang tidak bisa menahan emosi akibat kejadian ini juga lansung mengulingkan armada di pinggir jalan dengan beramai-ramai.Diakuinya, saat itu warga masih geram dengan ulah pengemudi bus trayek sama yang tidak bertanggungjawab saat di jalan. “ Sebab, kalau tidak bus dan sopirnya akan dibakar warga beramai-ramai,” tutur sejumlah warga di TKP