maiwanews – Lebih dari 380 orang ditahan saat terjadi kerusuhan massa Minggu kemarin. Kerumunan massa terdiri dari kaum nasionalis dan orang-orang lokal menyerang sebuah bangunan yang dikelola orang asli Kaukasus. Para penyerang menyalahkan migran atas penusukan orang lokal.
Pihak kepolisian mengatakan 380 orang yang ditangkap diinterogasi sebagai saksi atas tindak kriminal holiganisme.
Kerumunan massa hari Minggu masuk ke gudang sayur di bagian selatan distrik Biryulyovo, mereka melempar batu, merusak kios, dan menghancurkan mesin penjual. Polisi memperkirakan kerumunan massa mecapai 350 orang, sementara saksi di lokasi memperkirakan jumlah massa bisa mencapai 1.000 orang.
Sebagian dari massa bentrok dengan polisi dan mencoba memblokade jalan setelah sebagian orang ditahan dan dipaksa naik ke mobil polisi. 200 personil polisi anti huru-hara gagal memblokir massa yang menuju ke gudang.
Aksi kekerasan menyusul penikaman sampai mati terhadap seorang Rusia berumur 25 tahun pada hari Kamis, diduga penikaman dilakukan oleh seorang pria dari Kaukasus dan Asia Tengah. Massa menuntut polisi segera menemukan dan menangkap pelaku. Penduduk setempat juga mengecam pemerintah dan menuding pemerintah menutupi kejahatan migran.
Warga distrik Biryulyovo di selatan Moskow turun ke jalan setelah kejadian penikaman terhadap Egor Shcherbakov. Penikaman oleh orang tak dikenal terjadi pada Kamis malam saat dalam perjalanan pulang ke rumah bersama pacarnya.
Hari Sabtu sekitar 40 orang berkumpul dalam aksi protes mendesak polisi segera menemukan pelaku penikaman dan menjatuhkan hukuman. Massa juga menuntut kepala polisi distrik mengundurkan diri dan menutup gudang sayur dimana banyak migran bekerja.
Aksi protes hari Sabtu berlanjut keesokan harinya, namun aksi pada hari Minggu tersebut berujung pada aksi kekerasan, massa menyerang dan mencoba membakar sebuah pusat perbelanjaan. Beberapa orang masuk ke toko dan menjarah barang-barang.
Atas kasus penikaman, pihak berwenang Moskow telah menginterogasi setidaknya 90 orang, polisi Moskow juga berjanji membayar hingga 1 juta rubel untuk informasi yang membantu polisi menemukan tersangka pembunuhan. 80 imigran gelap ditangkap dalam upaya pencarian pelaku penikaman (R19/RT)
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Menhan AS Rencana untuk Menampung Migran Ilegal di Teluk Guantanamo
Prabowo Subianto Tiba di Malaysia untuk Kunjungan Kenegaraan
Trump Ancam Sanksi Jika Rusia Enggan Rundingkan Ukraina
Pj Sekda Makassar Irwan Adnan Hadiri Rapat Mediasi Dinas Pertanahan









