Politisi Partai Jadi Jaksa Agung, Dikhawatirkan Intervensi Politik

maiwanews – Penunjukkan kader partai politik M Prasetyo menjadi Jaksa Agung adalah sinyal buruk bagi penegakan hukum di negeri kita untuk lima tahun kedepan. Latar belakang Prasetyo sebagai politisi partai Nasdem, dikhawatirkan penegakan hukum di lingkungan institusi kejaksaan kedepan akan diwarnai intervensi-intervensi politik demi kepentingan kekuasaan.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, S.H.,M.H., di Jakarta Sabtu 22 Nopember. Dalam pernyataan persnya Habib mengakui latar belakang Prasetyo memang mantan jaksa karier, tapi nyaris tidak mungkin dia bisa masuk ke ring satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanpa terlebih dahulu menjadi politisi partai Nasdem. Partai bentukan Surya Paloh ini merupakan salah satu parpol pengusung Jokowi pada pilpres lalu.

Posisi Jaksa Agung adalah posisi strategis karena merupakan ujung tombak kekuasaan negara di bidang penuntutan secara umum. Khusus di bidang pemberantasan korupsi, kejaksaan juga mempunyai wewenang melakukan penyidikan dan penyelidikan sebagaimana halnya Polri dan KPK. (m011)