Polisi Bantah Tinggalkan Satpol PP Saat Rusuh Koja

Jakarta – Menanggapi adanya tudingan telah meninggalkan Satpol PP sendirian menghadapi massa, Polisi membantah telah meninggalkan Satpol PP dalam kerusuhan Bangkai Mobil Koja 2massa di Tanjung Priok, Jakarta Utara 14 April lalu.

Hal itu dibuktikan oleh keberadaan Polisi yang membantu Satpol PP di dalam area Pelindo II. Saat itu, personel Polisi Air dan Udara (Polairud) Metro Jaya dibantu Direktorat Perhubunga laut mengevakuasi ratusan Satpol PP yang terjebak di area pelabuhan peti kemas Pelindo.

“Pada saat proses evakuasi, 12 kapal patroli Direktorat Polairud membantu mengevakuasi Satpol PP yang terjebak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 19 April 2010.

Bukti lain menurut Boy,  puluhan kendaraan milik polisi juga turut dibakar massa dalam kerusuhan itu. Kendaraan yang dibakar tersebut, letaknya tidak jauh dari makam Mbah Priok. “Ini menjadi bukti bahwa polisi juga ada di sana,” tegas Boy Rafi Amar.

Dalam kerusuhan massa tersebut dijelaska Boy, pihak kepolisian mengalami kerugian sekitar Rp 10 miliar sampai Rp 12 miliar. Dari kerugian itu terdiri dari 20 kendaraan milik polisi, termasuk sebuah water canon, dibakar massa.

Di samping kerugian materi, juga terdapat 23 personel polisi mengalami luka berat dan ringan termasuk 3 Personel dibacok akibat bentrok dengan massa yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Sebelumnya diberitakan, komandan Satpol PP Kepulauan Seribu Hotman Sinambella dalam sebuah acara diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu mengeluhkan bahwa Satpol PP ditinggalkan oleh rekannya dari Polisi dan TNI dalam menghadapi kerusuhan massa Tanjung Priok Rabu, 14 April 2010.