maiwanews – Dalam rangka mendukung gerakan pembuatan 200 ribu lubang resapan Biopori yang dicanangkan oleh Pemkab Tuban, Semen Indonesia lebih awal memulainya dengan pembuatan 10 ribu Biopori yang akan disebar di beberapa wilayah kelurahan di Kabupaten Tuban.
Tahap awal Semen Indonesia akan membuat lubang resapan Biopori sebanyak 600 unit, yang dialokasikan di Kelurahan Sendangharjo, Sidorejo, Baturetno, Perbon, Latsari masing-masing sebanyak 100 unit. Dilanjutkan di tiap lokasi seperti di Alun-Alun Tuban, Pemkab Tuban, Taman Kota serta Halaman Kantor Pusat Semen Gresik nantinya dibuat sebanyak 25 unit Biopori.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan total sebanyak 10 ribu unit Biopori, Semen Indonesia menjalankannya bersama-sama dengan stakeholder. Melibatkan perwakilan warga serta 83 Sekolah Binaan Adiwiyata di Kabupaten Tuban yang sebelumnya akan diberikan pelatihan pembuatan Lubang Resapan Biopori & Pengelolaan Sampah melalui lembaga Semen Gresik Foundation, Mangrove Center Tuban dan LSM Satria Manggala Buana Tuban. Selain pelatihan, Semen Indonesia juga memberikannya bantuan berupa 60 unit peralatan pembuatan lubang Biopori.
Menurut Dirut Semen Gresik, Sunardi Prionomurti, langkah Semen Indonesia ini merupakan pioner dalam menindaklanjuti dari apa yang telah dicanangkan oleh Pemkab Tuban, yaitu Gerakan 200 ribu Biopori. Dengan tujuan meningkatkan ketersediaan air tanah dan penanggulangan bencana banjir, melalui program Biopori ini diharapkan air hujan dapat meresap dan masuk ke dalam tanah. Permasalahan yang banyak terjadi air hujan mengalir begitu saja yang bisa berpotensi menimbulkan bencana banjir di dataran yang lebih rendah, bahkan sebagian hilang karena proses penguapan sehingga di musim kemarau bisa kesulitan mendapatkan sumber air. Hal ini terjadi akibat tidak terserapnya air hujan oleh akar tanaman karena banyak penebangan pohon dan alih fungsi tanah menjadi jalan maupun perumahan, tambahnya.
Kepedulian Terhadap Lahan Kritis
Selain Biopori, kontribusi Semen Indonesia terhadap program kelestarian lingkungan yang juga digulirkan oleh Pemkab Tuban, salah satunya dengan berkontribusi dalam program penanaman pohon di lahan kritis di pertengahan tahun ini. Dari hasil temuan Pemkab Tuban adanya 54 Ha lahan kritis tersebar di beberapa kecamatan, Semen Indonesia mendapatkan bagian 20 Ha yang berada di Desa Tobo Kecamatan Merakurak.
Sebanyak 8.000 batang tanaman keras, berupa pohon jati, sirsak madu dan nangka ditanam oleh Semen Indonesia di desa tersebut. Dalam pelaksanaannya tidak hanya melakukan penanaman, namun memastikan bahwa pohon yang telah ditanam akan benar-benar hidup, oleh karena itu proses pemeliharaannya selama kurang lebih 3 bulan masih dilakukan monitoring.
Pencanangan Program Desa Perkasa
Bersamaan dengan dimulainya program pembuatan lubang resapan Biopori hari ini di Alun-Alun Tuban, Semen Indonesia juga membuat kesepahaman dengan Pemkab Tuban dan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) dalam pencanangan program Desa Perkasa (Produktif, Kokoh dan Sejahtera).
Maksud dari program Desa Perkasa adalah program pendampingan dan pemberdayaan potensi lokal serta pembinaan kelembagaan desa secara komprehensif & integratif. Dengan tujuan mengembangkan potensi lokal dan menciptakan socio enterpreneur yang berpengaruh pada pemberdayaan masyarakat di suatu kawasan.
Terdapat 3 desa di 3 Kecamatan yang menjadi Pilot Project dari program Desa Perkasa, yaitu Desa Temandang Kec. Merakurak, Desa Kasiman Kec. Kerek dan Desa Socorejo Kec. Jenu Tuban. (heri setiawan)









