Basarnas: Gelombang yang Tinggi Masih Terjadi Hingga 4 Januari

soelistyomaiwanews – Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang antara 3 hingga 4 meter di lokasi evakuasi AirAsia QZ8501 masih akan terjadi hingga 4 Januari 2014 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo, S.Sos, di Kantor Basarnas Jakarta, Kamis (1/12/2015).

“Kita masih akan menghadapi rintangan gelombang laut yang tinggi hingga beberapa hari ke depan,” kata Soelistyo dalam konprensi pers.

Tingginya gelombang yang disertai hujan dan angin kata Soelistyo, selain menghambat upaya pencarian korban, juga menghambat evakuasi korban dari KRI Yos Sudarso ke Pangkalan Bun menggunakan helikopter.

Hingga hari kelima pencarian, Soelistyo menjelaskan, sebanyak 9 jenazah sudah ditemukan. Enam jenazah sudah dikirim ke Surabaya, dua jenazah masih di Pangkalan Bun, dan satu lainnya masih di KRI Yos Sudarso.

Yos Sudarso menceritakan latas belakang mengapa satu jenazah masih tertinggal di KRI Yos Sudarso. Kata dia, ketika dilakukan evakuasi, helikopter tidak dapat mendarat di KRI karena cuaca buruk sehingga jenazah harus diangkat  dengan hoist atau tali baja.

Saat satu jenazah sudah berhasil diangkat lanjut Soelistyo, cuaca buruk dikhawatirkan akan membahayakan helikopter sehingga diputuskan tidak jadi mengangkan satu jazad lainnya.

Soelistyo mengaku, pihaknya meyakini akan menemukan jenazah dalam jumlah yang lebih banyak. Namun kata dia, dirinya hanya akan mengumumkan jumlah jenazah yang benar-benar sudah dievakuasi.

Terkait informasi tentang identitas para korban, Soelistyo menegaskan bahwa informasi tentang hal itu diputuskan hanya melalui satu pintu yakni di posko DVI yang berada di RS Bhayangkaya, Mapoda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Kebijakan informasi satu pintu soal identitas jenazah itu dilakukan kata Soelistyo, dalam rangka mengantisipasi terjadinya kesimpang siuran informasi tentang nama, jenis kelamin, maupun informasi lain terkait korban AirAsia QZ8501.