Rusuh Batam Dipicu Ejekan SARA Seorang Manager Asing

Jakarta – Kerusuhan di galangan kapal PT Drydock Naninda di Tanjung Ucang, Batam menyebabkan puluhan mobil perusahaan dibakar dan 4 buah gedung perkantoran dihancurkan massa marah.

Mabes Polri mengatakan bahwa kerusuhan yang sebelumnya sempat diberitakan telah jatuh korban meninggal itu dipicu ejekan yang berbau  SARA oleh seorang pimpinan galangan saat massa melakukan demo.

Menurut Zainuri, berdasar laporan awal yang dia terima, kerusuhan dipicu oleh kemarahan seorang menajer PT Drydock Naninda kepada pekerjanya. Kebetulan si menajer adalah warga negara asing dan pekerja adalah warga setempat.

“Mungkin saat marah, menajer yang secara kebetulan adalah WNA itu mengatakan sesuatu yang dianggap menghina. Jadi kejadiannya spontanitas saja,” ujar Zainuri Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Zainuri Lubis di Jakarta, Kamis, 22 April 2010.

Awalnya, karyawan perusahaan yang mempekerjakan 8.000 karyawan itu, melakukan aksi pada pukul 10.00 pagi, setelah seorang manager yang kebetulan berkewargaan negara India menyebut semua orang Indonesia bodoh, secara spontan menyulut kemarahan para pekerja.

Tidak terima atas penghinaan itu, dalam waktu yang singkat, isu itu menyebar ke seluruh perusaan. Bahkan kemarahan itu bukan hanya oleh pekerja biasa, supervisor yang berasal dari Indonesia juga menunjukkan kemarahan.

Saat ini, kondisi telah berangsur kondusif, pasukan pengamanan dari Polres Barelang dibantu dari Polda Kepulauan Riau turun mengamankan situasi agar tidak meluas dan berkepanjangan. Sejumlah korban luka-luka dikabarkan jatuh dalam kerusuhan ini.