Taufiqurrahman Ruki Jadi Plt, KPK Diharap Tidak Melemah

maiwanews – Pasca kemenangan Komjen Budi Gunawan pada sidang praperadilan penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), muncul kekhawatiran lembaga anti rasuah tersebut jadi melemah. Juru bicara SPR (Serikat Pengacara Rakyat) Habiburokhman dalam pernyataan tertulisnya Minggu 1 Maret menyampaikan setidaknya ada tiga indikasi kuat KPK bisa jadi semakin lemah.

Dalam pandangan Habib, indikasi pertama adalah Taufiqurrahman Ruki belum menunjukkan sikap tegas dalam menindaklanjuti kasus Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Komjen Budi. Habib mengharapkan Taufiqurrahman bersama pimpinan KPK lainnya berupaya melakukan pembelaan terhadap Abraham dan Bambang.

Atau setidaknya sekedar menuntut Mabes Polri melakukan gelar perkara terbuka terkait kejanggalan mencolok dalam penanganan kasus tersebut. “Dia hanya bicara normatif bahwa kasus tersebut biar ditangani oleh Polri karena memang kewenangan Polri”, kata Habib. Sementara terkait kasus Komjen Budi, Habib berharap KPK melakukan upaya hukum kasasi atau peninjauan kembali.

Indikasi kedua adalah tersanderanya dua pimpinan KPK lain yaitu Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Mereka juga turut menjadi terlapor perkara pidana. Dengan demikian sulit bagi keduanya berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai komisioner jika dihantui status tersangka.

“Ada baiknya permasalahan kasus kedua orang tersebut dibuat jelas terlebih dahulu. Jangan nanti mereka tiba-tiba ditangkap di tengah jalan ketika KPK mengusut kasus korupsi besar dan melibatkan orang penting”, ungkap Habib.

Indikasi ketiga menurut Habib ada informasi bahwa Indriyanto Seno Adji ternyata menderita penyakit kanker. Jika informasi tersebut benar, pengangkatannya dinilai telah melanggar pasal 29 huruf c UU KPK dimana disyaratkan pimpinan KPK harus sehat jasmani dan rohani.

Habib menilai syarat sehat jasmani dan rohani sudah tepat, karena beban kerja pimpinan KPK sangat berat mengingat prioritas KPK adalah kasus-kasus besar dengan tingkat kerumitan tinggi. Oleh karenanya kondisi pimpinan KPK harus benar-benar prima.

Meski mneghadapi banyak persoalan, Habib berharap KPK tidak melemah karena KPK adalah lokomotif pemberantasan korupsi di era reformasi. “Pelemahan terhadap KPK adalah lonceng kematian gerakan pemberantasan korupsi”, pangkas Habib. (m011)