maiwanews – Adanya aksi demo ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak pelimpahan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), disayangkan oleh Irman Gusman.
Irman Gusman yang merupakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengatakan, seharusnya Plt pimpinan KPK dalam hal ini Taufiequrachman Ruki dan Indiriyanto Seno Adjo, menjelaskan secara terbuka dengan pegawai KPK apa alasan pelimpahan kasus BG ke Kejagung.
Sangat disayangkan kata Irman, kalau pimpinan KPK didemo oleh pegawainya sendiri. Persoalan ini menurut pandangan Irman, sudah menyangkut pertaruhan wibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena publik terus memantau kasus Komjen Budi.
Dengan kehadiran tiga Plt pimpinan terang Irman, KPK semestinya bisa lebih cakap dalam membuat kebijakan, bukan justru sebaliknya malah terkesan melemparkan ‘bola panas’ ke lembaga hukum lain.
Irman meluruskan, yang dimaksud sinergi bukan memundurkan kasus yang sudah dipantau publik. Sinergi antar lembaga hukum memang perlu kata Irman, tapi harus diluruskan agar sejalan dengan visi Jokowi-JK.
Irman menambahkan, karena masalah ini menyangkut KPK, citra penegakan hukum dalam negeri ikut dipertaruhkan. Irman mengkhawatirkan kasus akan mempengaruhi kepastian hukum yang menyebabkan Indonesia dinilai tidak serius memberantas korupsi.
“Demokrasi yang kita kembangkan menegakkan hukum, harus kuat dalam berantas korupsi yang sistematis,” pungkas Irman.









