maiwanews – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menyetujui melakukan kerjasama lisensi senjata jenis senapan SS2 dan pemasaran amunisi buatan PT Pindad, Bandung ke sejumlah negara di wilayah Timur Tengah.
Kesepakan itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Pindad (Persero) dan Continental Aviation Services yang dilakukan saat forum bisnis yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Abu Dhabi, UEA, Minggu (13/9/2015) waktu setempat.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi seperti disampikan Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam siaran persnya Senin (14/9) mengatakan, selain kerjasama pertahanan, pertemuan itu juga membahas beberapa hal lainnya seperti isu ekonomi maupun non ekonomi.
Disebutkan juga, UEA merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan mencapai 4,25 miliar dollar AS di tahun 2014, dan Indonesia menikmati surplus 748 juta dollar AS.
Di bidang investasi, UEA memiliki potensi sovereign wealth funds yang cukup besar. UEA merupakan salah satu investor besar dari Timur Tengah ke Indonesia yang selain melakukan investasi portofolio, juga melakukan investasi langsung dengan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 25,365 juta dollar AS di tahun 2014.
Sebagai salah satu hasil konkrit dari kunjungan ini, Menlu RI dan Menlu UEA telah menandatangani MoU Kerja Sama Penanggulangan Perdagangan Orang dan Perlindungan Korban Perdagangan Orang RI-UEA.
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Prabowo Rampungkan Lawatan Diplomatik ke Timur Tengah dan Turkiye
Sekjen Partai Komunis Viet Nam Berkunjung ke Indonesia









