Aktivis Muda PPP Galang Dukungan Tandatangan untuk Djan Faridz

maiwanews – Aktivis muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar roadshow untuk menggalang tandatangan untuk mendukung kepengurusan PPP versi Muktamar Jakarta.

Aktivis muda PPP menggalang tandatangan di sejumlah kantong suara partai dalam rangka meminta Menteri Hukum dan HAM RI segera mengesahkan kepengurusan PPP dengan ketua umum Djan Faridz.

Aksi yang diinisiasi Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) tersebut melibatkan beberapa komponen Islam seperti aktivis ormas Islam, aktivis masjid, maupun santri pondok pesantren.

“Ini sebagai bukti dukungan ril masyarakat untuk partai Islam yang sedang dilanda konflik,” kata Arip Widiyanto, Koordinator aksi, dalam siaran pers yang diterima, Rabu (20/1/2016) malam.

Untuk langkah awal kata Arip, GPK Jawa Tengah menggalang dukungan di beberapa pondok pesantren di Kabupaten Semarang, seperti di Ponpes Annajiyah Bandungan, Ponpes BUQ Tengaran, Ponpes Alibriz Suruh, dan banyak tempat yang lain.

Arip menjelaskan, ummat Islam turut prihatin dengan kondisi PPP yang sedang mengalami perpecahan akibat campur tangan pemerintah. Arip menilai, hingg saat ini Menkumham Yasonna Laoly belum terliha ada itikad baik untuk melaksanakan putusan MA tersebut.

Para aktivis PPP Jawa Tengah kata dia, meminta pemerintah agar mematuhi putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang mengesahkan Djan Faridz sebagai Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta.

Dengan tandatangan bukti dukungan dari masyarakat lanjut Arip, para kader muda PPP berharap agar Menkumham terbuka hatinya melihat dukungan nyata dari masyarakat di samping memperhatikan fakta hukum kemenangan PPP Muktamar Jakarta.

Arip menegaskan, tidak perlu lagi ada muktamar Islah, sebab hal itu hanya kegiatan sepihak yang diadakan oleh salah satu kubu tanpa mengajak kubu lain. Terlebih lagi sambung dia, secara hukum masalah PPP sudah selesai di pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.