maiwanews – Belajar dari sejumlah kecelakaan yang memakan korban anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhir-akhir ini, Indonesia tak akan membeli pesawat bekas dari negara lain.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan instruksi untuk tidak membeli pesawat bekas sejak kecelakaan pesawat Hercules di Medan pada 30 Juni 2015 silam.
“Presiden sudah menegaskan untuk selanjutnya kita tidak ada lagi beli pesawat terbang usang. Semua (pesawat yang dibeli) harus baru,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo di Malang, Jawa Timur, Senin (19/12/2016).
Gatot menjelaskan, sebagai negara kepualuan, Indonesia membutuhkan banyak pesawat mengingat banyak daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.
Seperti diberitakan, pesawat Hercules jatuh pada Ahad (18/12/2016) di Wamena, menyebabkan 12 anggota Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang dan satu korban lainnya yakni Kapten Rino Pratama dari Satuan Radar 242 Tanjung Warari Biak, meninggal dunia.
Pesawat Hercules jenis C-130 HS tersebut merupakan pesawat bekas hibah dari pemerintah Australia yang sudah menjalani sejumlah perbaikan atau retrofit.
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Porsche Indonesia Persembahkan Porsche Classic Art Week 2025
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Prajurit Lantamal VI Makassar Selamatkan penumpang di Area Pelabuhan kapal Makassar









