
maiwanews – Badan intelijen Amerika Serikat (AS) menolak teori tentang asal-usul pandemi Virus Corona 2019 (COVID-19) merupakan buatan manusia atau hasil rekayasa genetika.
Badan intelijen Amerika mengatakan bukti-bukti menunjukkan bahwa virus itu bukan hasil rekayasa di laboratorium China. Namun para pejabat badan intelijen mengatakan mereka masih mencari tahu apakah wabah dari China itu disebabkan oleh kontak manusia dengan hewan atau sebagai akibat dari kecelakaan ilmiah.
Terkait penyelidikan atas sumber virus korona, Kantor Direktur Intelijen Nasional dalam sebuah pernyataan Kamis 30 April mengatakan komunitas intelijen Amerika sependapat dengan kesepakatan ilmiah bahwa virus korona bukan buatan manusia atau hasil modifikasi genetik.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan pihak intelijen nasional dalam menganalisa setiap krisis, para pakar melakukan tanggapan. Sumber-sumber informasi ditingkatkan untuk menghasilkan intelijen kritis terkait isu-isu penting bagi keamanan nasional Amerika.
Sebelumnya Gedung Putih telah menuntut penyelidikan lebih menyeluruh tentang asal-usul COVID-19. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa kesempatan meyatakan keraguannya atas pernyataan dari China dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Presiden Trump dalam sebuah kesempatan Rabu 29 April menuding China bertangung jawab atas wabah COVID-19. Tudingan ini kemudian dibantah oleh pemerintah China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, Kamis 30 April menegaskan bahwa China adalah korban dan bukan penyebab wabah. (VoA/ps/pp/ab/uh)









