
maiwanews – Sekelompok orang Israel diduga melakukan kegiatan ilegal dengan memproduksi rudal jelajah kemudian menjualnya ke negara Asia. Namun belum diungkap rincian mengenai rudal tersebut, termasuk namanya.
Badan kemananan domestik Israel Shin Bet Kamis 11 Februari dalam pernyataannya menyebutkan bahwa setidaknya ada 20 orang Israel sedang dalam penyelidikan. Diantaranya adalah mantan personil industri pertahanan.
Selain tuduhan membuat dan menjual rudal (misil), par tersangka juga dihadapkan pada tuduhan pencucian uang. Demikian laporan penyelidikan Shin Bet. Laporan investigasi itu telah diserahkan kepada kementerian kehakiman untuk kemudian diputuskan apakah dilakukan penuntutan.
Investigasi Shin Bet menjelaskan para tersangka diduga menerima instruksi dari negara asing, untuk itu para tersangka menerima imbalan cukup besar, juga mendapat keuntungan lainnya. Laporan Shin Bet juga menyatakan bahwa para tersangka berusaha menyembunyikan tujuan akhir senjata itu. (VOA)
Gubernur Sulsel Tinjau Pengaspalan Jalan Poros Baliase–Pombakka
Wagub Sulsel Buka Seminar Edukasi Kaukus Perempuan Parlemen
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari









