
maiwanews – China menggagas kebijakan untuk meningkatkan usia pensiun. Pejabat negeri Tirai Bambu itu mulai mengkampanyekan gagasan itu ke publik. Perdana Menteri China Li Keqiang dalam laporan kerja tahunannya mengatakan perlunya menaikkan batas usia pensiun.
Pemimpin Chinese Academy of Labor and Social Security Jin Weigang Sabtu 13 Maret mengatakan China akan menaikkan batas usia pensiun secara bertahap. Setiap tahun akan ditambahkan beberapa bulan sampai batas usia pensiun benar-benar terpenuhi.
Analis memperkirakan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan angkatan tenaga kerja China akan berkurang sebanyak 35 juta. Sedangkan jumlah warga dengan usia pensiun melebihi 300 juta orang.
Rencana menaikkan batas usia pensiun menuai pro dan kontra. Sebuah survei tahun lalu oleh Changjiang Daily di Wuhan, menunjukkan bahwa dari 96 ribu responden, lebih dari 80 persen menentang penundaan usia pensiun. Dalam kesempatan lain (di luar survei), ada warga berpendapat bahwa pendapatan akan turun setelah memasuki usia pensiun.
Saat ini di China usia pensiun bagi pekerja laki-laki adalah 60 tahu, 50 tahun untuk pekerja perempuan, dan 55 tahun untuk pegawai negeri. (VOA)
Prabowo Tegaskan Komitmen Kedaulatan Pangan
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Hardiknas di Makassar, Appi Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Sekda Sulsel Dorong Peningkatan Pelayanan Publik Polda Lewat FGD
Porsche AG Percepat Langkah Restrukturisasi Perusahaan









