MaiwaNews – Ketua MPR Taufik Kiemas menerima kunjungan Duta Besar Thailand H. E Mr. Thanatip Upatising di Ruang Kerja Ketua. PAda kesempatan tersebut Taufik Kiemas didampingi oleh Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid. Kedatangan Thanatip terkait hubungan bilateral Indonesia – Thailand bidang energi dan pertanian. Sebelum pertemuan, Dubes Thailand tersebut menghadiri agro expo di Jakarta.
Thanatip menjelaskan tentang situasi negara Thailand dan berharap melalui forum dimana Indonesia menjadi salah satu negara anggotanya ASEAN dapat membantu menangani problem yang sedang terjadi. Pada dasarnya Thailand adalah negara demokratis, dimana raja diatas kepentingan politik dan akan mengembalikan masalah yang terjadi di Thailand kepada parlemen agar dapat terselesaikan dengan baik. Dengan situasi politik yang kurang baik, banyak pihak yang ingin menjelaskan tentang situasi yang sedang terjadi akan tetapi seringkali bias dan akan menimbulkan spekulasi yang tidak baik terhadap negara Thailand.
Taufik menyambut baik kedatangan Thanatip dan berharap agar Thailand dapat merevitalisasi hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Thailand. Persahabatan yang telah dibina oleh Indonesia dan Thailand sudah sangat lama dan tidak dapat dipisahkan, karenanya Taufik menghimbau agar kerjasama harus terus dibangun khusunya dalam hal pertanian dan energi.
Dalam kesempatan yang sama, Melani menanyakan kepada Thanatip tentang perkembangan pertanian di Thailand, khususnya buah-buahan yang dihasilkan oleh Thailand yang terkenal bagus kualitasnya. Melani berharap agar Indonesia dapat menghasilkan hasil pertanian khususnya buah-buahan dengan kualitas yang sama .
Farhan menambahkan, agar kerjasama terus diperkuat dan antar perlemen ditingkatkan agar dapat terus terbina dengan baik. Selain itu, Farhan menyinggung masalah kesehatan yang harus terus ditingkatkan kinerja penyembuhannya agar terbebas dari penyakit-penyakit kronis yang makin berkembang.
Thanatip menyambut baik atas masukan-masukan yang telah diberikan oleh Pimpinan MPR RI dan memberikan penjelasan bahwa produsen obat di negara ASEAN yang berasal dari negara maju seperti Jerman dan Amerika harus dibatasi sehingga negara ASEAN mempunyai kesempatan untuk memproduksi obat-obatan agar. Diakhir perbincangannya, Pimpinan MPR RI berharap agar situasi negara di Thailand cepat membaik dan dapat teratasi dengan baik karena warga negara ASEAN terkenal dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik dan pemaaf.









