
maiwanews – Mohsen Mehralizadeh Rabu 16 Juni memutuskan mundur dari pencalonannya sebagai presiden Iran. Kabar mundurnya mantan wakil presiden berusia 64 tersebut pertama kali dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA namun tidak merinci sumbernya.
Mundurnya Mohsen Mehralizadeh juga diberitakan oleh ISNA, mitra IRNA, dengan mengutip pernyataan juru bicara kampanye Mohsen Mehralizadeh. Belum diketahui secara pasti mengapa ia menarik diri dari pencalonannya, namun lembaga jajak pendapat ISPA menunjukkan bahwa ia menjadi satu-satunya calon dengan skor kurang dari satu persen suara.
Selain Mohsen Mehralizadeh, satu kandidat lain juga mengundurkan diri yaitu Alireza Zakani. Pengunduran dirinya diumumkan hari Rabu 16 Juni dengan mengatakan dia telah menarik diri dari kompetisi demi Ebrahim Raeisi.
Keputusannya untuk mundur dari kontestasi pilpres (pemilihan presiden) Iran diumumkan beberapa jam setelah penarikan saingan lainnya, Mohsen Mehralizadeh.
Pemilihan presiden akan diadakan pada hari Jumat dengan lima kandidat tersisa, yaitu Saeed Jalili, Mohsen Rezaee, Seyed Ebrahim Raeisi, Seyed Amir Hossein Qazizadeh Hashemi, dan Abdolnasser Hemmati.
Llebih dari 59.310.000 warga memenuhi syarat untuk memilih, pihak berwenang mengatakan ekspatriat Iran dapat memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden 18 Juni di lebih dari 230 tempat pemungutan suara di luar negeri. (z/VOA/Tasnimnews)
Panglima TNI dan Kapolri Terima Ransus Maung Buatan Pindad dari Menhan
Porsche 963 Memulai Daytona 24 Jam dari Baris Kedua
Pemkot Makassar Raih Penghargaan Gerakan Toilet Bersih dari Pemprov Sulsel
Presiden Gelar Sidang Kabinet Paripurna Terakhir di IKN
Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden AS









