
maiwanews – Virus corona varian Delta terdeteksi di Sri Lanka, varian ini pertama kali terdeteksi di India, negara tetangga Sri Lanka.
Dr Chandima Jeewandara, Direktur Unit Alergi, Imunitas dan Biologi Sel di Sri Jayewardenepura University, kepada surat kabar The Hindu (dikutip VOA Jumat 18 Juni), mengatakan ini hal terburuk dalam bayangan kami di masa seperti sekarang ini. Ia mengaku telah menghadapi lonjakan kasus varian Alfa.
Adapun varian Delta dikatakan menimbulkan resiko lebih besar karena keterbatasan vaksin. Sebagian masyarakat telah menjalani vaksinasi, namun kebanyakan dari mereka baru mendapat satu dosis suntukan vaksin.
Catatan Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center menyebutkan lebih dari 233 ribu kasus COVID ditemukan di negara berpenduduk sekitar 22 juta orang tersebut.
India, Jumat 18 Juni, melaporkan 62 ribu lebih kasus baru COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dalam 24 jam terakhir. Adapun jumlah kematian akibat COVID-19 mencapai 1.587, ini merupakan angka terendah di India itu dalam 60 hari terakhir. (Z/VOA)
Munafri Arifuddin Tegaskan Profesionalisme Penunjukan Plt Direksi Perumda Makassar
Pangsa Mobil Listrik Porsche Naik, Macan Model Terlaris di Kuartal Pertama 2025
Danlantamal VI Pimpin Serah Terima Strategis di jajaran Lantamal VI
Appi-Aliyah Dorong Sekolah Unggulan, Jadi Percontohan di Makassar
Porsche Rayakan 75 Tahun Produksi di Zuffenhausen









