Bentoel Akan Relokasi Pabriknya di Cirebon ke Malang

Bentoelmaiwanews – Guna mengefisiensikan produksi, PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) akan merelokasikan pabrik mereka di Cirebon ke Malang. Hal itu mengemuka dalam paparan publik PT Bentoel di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat, 4 Juni 2010.

Untuk biaya relokasi saja, perseroan menyiapkan dana cukup besar yakni Rp 300 miliar, belum termasuk biaya pengembangan. Dana tersebut salah satunya bersumber dari standby loan dari beberapa bank Lokal. Namum sumber pendanaan tetap akan dimaksimalkan dari kas internal.

Pabrik rokok di Cirebon, sebelumnya adalah milik PT British American Tobacco Indonesia Tbk (BATI). Karena RMBA dan BATI telah sepakat merger, maka otomatis pabrik di Cirebot itu menjadi milik perseroan.

Pabrik yang akan direlokasi tersebut, sebelumnya memiliki kapasitas 6 miliar batang per tahun. Nantinya dengan pabrik baru di Malang, maka produksi rokok akan meningkat tajam menjadi 35 miliar per batang. “Kita ada standby loan dari bank lokal dan internasional,” jelas Direktur Keuangan  PT Bentoel Internasional Investama Tbk  Chrisdianto Tedjawidjaja.

Guna menunjang target peningkatan kapasitas produksi itu, salah satu upaya perseroan adalah menambah mesin. “Kita akan tambah mesin-mesin dan teknologi. Yang sudah investasikan Rp 100-150 miliar, dari Rp 300 miliar yang disiapkan sebagai belanja modal,” jelas Chrisdianto Tedjawidjaja.

Sementara menurut Jeremy Pike dalm kesempatan yang sama, sepanjang tahun 2010, perseroan akan fokus pada pertumbuhan rokok kretek dan rokok putih premium. “Salah satu tujuan merger ini kan karena potensi dari pertumbuhan industri rokok, khususnya rokok,” kata Presiden Direktur Bentoel Internasional Jeremy Pike.

Pike juga mengharapkan, perseroan dapat mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 25% dari posisi tahun lalu, Rp 6,1 triliun. Angka yang sama 25%, juga diharapkan dapat tercapai  atas perolehan laba bersih. “25%, kita berharap mudah-mudahan bisa,” tegas Pike.