
maiwanews – Duta Besar Australia untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) Will Nankervis Senin 20 September menegaskan dukungan Australia terhadap sentralitas ASEAN. Australia dikatakan mendukung kawasan terbuka, inklusif, dan sejahtera dengan ASEAN sebagai jantungnya.
Komitmen terhadap sentralitas ASEAN tetap teguh seperti sebelumnya setelah pengumuman lahirnya kemitraan keamanan tiga negara dalam AUKUS (Australia, United Kingdom, and United States). AUKUS diklaim memungkinkan untuk berbagi teknologi dan kemampuan dengan lebih baik. Tapi Duta Besar (Dubes) Nankervis menolak jika dikatakan AUKUS sebagai aliansi atau pakta pertahanan.
Lingkungan strategis berubah dengan cepat, karena itu partisipasi Australia dalam AUKUS akan memperkuat kemampuan untuk bekerja dengan mitra regional dalam mendukung stabilitas dan keamanan regional, dalam kerangka kerja berbasis aturan sebagai dasar kemakmuran kolektif.
AUKUS tidak mengubah komitmen Australia terhadap ASEAN maupun dukungan berkelanjutan Australia untuk arsitektur regional pimpinan ASEAN. Australia berkomitmen untuk terus mendorong kawasan damai dan aman dengan ASEAN sebagai pusatnya, dan untuk melengkapi dan memperkuat arsitektur pimpinan ASEAN.
Sebagai negara dengan tiga samudra dan bergantung pada perdagangan internasional lintas laut, kemampuan angkatan laut sangat penting bagi Australia. Untuk inisiatif pertama di bawah kemitraan AUKUS, Australia akan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan memanfaatkan keahlian dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Meski kapal selam itu nantinya bertenaga nuklir, namun tidak akan membawa senjata nuklir. Australia tetap setia mendukung Perjanjian Non-Proliferasi (Non-Proliferation Treaty/NPT). Australia akan memastikan kepatuhan terhadap kewajiban NPT melalui kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).
Australia dikatakan tetap memegang komitmen untuk memperkuat kepercayaan internasional terhadap integritas rezim non-proliferasi internasional.
Sebagai pihak dalam Perjanjian Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan, Australia memahami pentingnya bagi negara-negara Asia Tenggara dari Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara. Australia akan selalu memastikan tindakan mendukung perjanjian penting tersebut.
“Kami mendukung semua negara untuk dapat menggunakan hak dan kebebasan mereka sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut”, ungkap Dubes Nankervis. Australia akan terus bermitra dengan anggota ASEAN, termasuk dalam pengembangan sumber daya laut berkelanjutan dan memerangi tantangan seperti penangkapan ikan ilegal sebagaimana panduan dalam Outlook ASEAN tentang Indo-Pasifik. (z/DFAT)









