FPR Sulsel gelar Unjuk Rasa “Lawan Monopoli dan Perampasa Tanah”

20210924-demo-hari-tani-di-makassar
Demonstrasi berbagai elemen di Makassar bertepatan dengan Hari Tani Nasional. Jumat 24 September 2021.

maiwanews – FPR Sulsel (Front Perjuangan Sulawesi Selatan) Jumat 24 September menggelar aksi unjuk rasa “Lawan Monopoli dan Perampasan Tanah”. Demonstrasi berlangsung di bawah jembatan fly over Jalan Urip Sumoharjo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.

Sekitar 200 orang ikut serta dalam aksi pada pukul 14 siang WITA. Mereka berasal dari berbagai elemen, yaitu: AGRA Sulsel, LAW Unhas, FMN Makassar, XR Makassar, BEM FE UL FBS UNM, BEM FIP UNM, HMJ PKO FIK UNM, SERUNI Sulsel, Walhi sulsel, BEM FPsi UNM LBH Makassar, Kontras Sulawesi, BEM FIS UNM, OMPI Sulsel, PEMBARU Sulsel, dan ANTITESIS UINAM.

Unjuk rasa (unras) pimpinan Iqbal digelar bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2021. Dalam aksi itu massa menutup setengah jalan di pertigaan fly over dan melakukan orasi secara bergantian.

Para pendemo membentangkan sejumlah spanduk, antara lain bertuliskan: “Lawan Monopoli dan Perampasan Tanah”, “Produksi Tani melimpah Petani Kurang Upah”, “Yang kerja Petani Yang Kaya Pejabat”, “Dulu Tanam Paksa Sekarang Perampasan Paksa”, “Darurat Iklim”, “Hancurkan Monopoli Tanah”, “Indonesia Krisis Iklim”, “Krisis Iklim Depan Mata”, “Stop Kriminalisasi Rakyat”, dan “Selesaikan Konflik Perampasan Tanah”.

Dalam pernyataan sikap dan tuntutan, para demonstran menyatakan:

  • Tolak pembaharuan HGU PT. Lonsum Bulukumba dan PTPN XIV Takalar.
  • Hentikan perampasan lahan masyarakat oleh PTPN XIV di Luwu Timur
  • Selesaikan seluruh kasus sengketa lahan di Sulawesi Selatan.
  • Wujudkan kedaulatan pangan
  • Cabut UU Cipta Kerja
  • Jamin kestabilan hasil produksi pertanian
  • Deklarasi darurat iklim
  • Tingkatkan komitmen NDC Indonesia sesuai perjanjian paris
  • Perpanjang moratorium sawit.
  • Hentikan represifitas dan kriminalisasi terhadap aktivis dan Rakyat
  • Wujudkan reforma agraria sejati dan bangun industrialisasi nasional
  • Sahkan RUU PAS
  • Cabut UU Dikti

Massa membubarkan diri pada pukul 16 WITA, para pendemo melakukan perjalanan panjang (long march) menuju kampus UNM untuk konsolidasi dan membubarkan diri. (andik)