Iran-Austria Gelar Perundingan Politik di Teheran

ilustrasi-bendera-iran-austria
Ilustrasi bendera Iran dan Austria.

maiwanews – Diplomat senior dari Iran dan Austria mengadakan perundingan politik putaran kelima antara kedua negara di Teheran. Tasnim News Agency Minggu 17 Oktober melaporkan, pertemuan pada hari Sabtu itu dipimpin Wamenlu (Wakil Menteri Luar Negeri) Iran Ali Baqeri dan Sekjen Kemenlu (Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri) Austria Peter Launsky.

Dalam pertemuan bilateral itu, Wamenlu Baqeri mengacu pada sejarah panjang hubungan antara Teheran dan Wina, menggambarkannya sebagai aset berharga untuk hubungan bilateral.

Dia juga menyinggung beberapa masalah regional dan perkembangan terakhir di Yaman dan Afghanistan, serta upaya Iran untuk membantu mengurangi masalah di negara-negara tersebut.

Wamenlu Baqeri mengatakan rakyat Yaman berada di bawah serangan militer paling parah selama lima tahun. Dari sudut pandang kemanusiaan, negara-negara Eropa diharapkan untuk mengambil tindakan serius untuk mengakhiri bencana di slah satu negara Arab itu.

Terkait Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) atau buasa juga dusebut kesepakatan nuklir Iran, Wamenlu Baqeri mengklaim bahwa Teheran patuh terhadap komitmen itu. Eropa disebut tidak menarik diri dari perjanjian setelah penarikan Amerika Serikat (AS), tetapi juga tidak mengambil tindakan efektif dan praktis dalam kerangka komitmennya di bawah JCPOA.

Sekjen Kemenlu Launsky menggarisbawahi kekunoan hubungan Iran-Austria, mencatat bahwa saling menghormati dan pengertian telah melembagakan keinginan kedua negara untuk bekerja sama satu sama lain.

Ia menggarisbawahi potensi signifikan dalam hubungan ekonomi antara Iran dan Austria dan kesediaan perusahaan Austria untuk hadir di pasar Iran.

Dalam pembahasan mengenai Afganistan, Diplomat Austria itu menekankan bahwa negaranya memahami kekhawatiran Iran dan memberikan penghargaan atas kebijakan Iran menampung para pengungsi Afganistan.

Terkait Yaman, Sekjen Kemenlu Launsky mengatakan Austria berusaha meringankan penderitaan rakyat Yaman dengan memberi mereka bantuan kemanusiaan. (z)