
maiwanews – Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menolak seruan untuk melakukan dialog dengan para pemimpin oposisi. Laporan media Rusia, RT, Senin 22 November menyebutkan Presiden Lokashenko mengatakan dia akan melakukan saran Moskow itu jika Presiden Putin juga duduk bersama dengan Alexey Navalny.
Lukashenko menolak untuk menerima gagasan itu setelah dia ditanya, dalam sebuah wawancara dengan penyiar BBC tentang saran Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa pihak berwenang di Minsk harus memulai diskusi dengan lawan politik mereka.
Lukashenko secara eksplisit menyebut tokoh oposisi Svetlana Tikhanovskaya, sekarang tinggal di pengasingan di Lituania. Tikhanovskaya menjadi runner-up dalam pemilihan presiden Belarusia 2020 setelah suaminya Sergey Tikhanovsky dipenjara. Tikhanovskaya dan pendukungnya hasil pemilu (pemilihan umum) itu dipalsukan secara besar-besaran.
Menyusul hasil pemilu itu, Svetlana Tikhanovskaya melarikan diri melintasi perbatasan. Sejak saat itu, Tikhanovskaya telah melakukan perjalanan keliling Barat, menyerukan negara-negara bagian untuk menolak mengakui hasil pemilihan di mana kembali Lukashenko terpilih sebagai presiden.
“Dia tidak menasihati saya tentang apa pun”, kata Lukashenko, merujuk pada panggilan telepon baru-baru ini. “Saya tidak mendengar saran apa pun darinya tentang masalah ini”. Ia menambahkan, “saya akan memberimu kondisi paralel. Segera setelah Putin duduk untuk berbicara dengan Alexey Navalny, maka saya akan langsung bertemu dengan Svetlana Tikhanovskaya untuk berbicara”.
Navalny adalah seorang tokoh oposisi Rusia, saat ini ia dipenjara karena melanggar persyaratan jaminan. Oleh negara-negara Barat langkah Navalny diseubt sebagai langkah bermotivasi politik.
Terlepas dari klaim Presiden Lukashenko bahwa Presiden Putin tidak memberikan saran terkait dialog dengan pemimpin oposisi, RT menyebut Putin sebenarnya menyarankan agar Minsk membuka pembicaraan untuk menyelesaikan masalah yang masih ada secara internal.
“Kami tahu dan memahami bahwa, meskipun situasi di Belarus telah tenang di dalam negeri, masih ada masalah,” kata Presiden Putin hari Kamis pekan lalu. “Kami sangat menyadari hal itu, dan, tentu saja, kami menyerukan dialog antara pihak berwenang dan oposisi”.
Presiden Rusia tidak merinci tokoh oposisi mana, dan karena itu bisa merujuk pada Viktor Babariko, saat ini dipenjara. Atau Valery Tsepkalo, saat ini dalam pengasingan. Keduanya dilarang berpartisipasi dalam pemilihan tahun lalu. Babariko, memiliki koneksi bisnis ke Rusia, secara luas diyakini sebagai kandidat pilihan Moskow. (*)
Jepang Siap Selenggarakan Program Kerja Sama dengan Indonesia
Ishiba Shigeru dan Istri Beri Penghormatan di TMPN Utama Kalibata
Mahkamah Konstitusi Korea Selatan Mulai Persidangan Pemakzulan Yoon Suk Yeol
Biden Minta Perusahaan Tekno AS Tingkatkan Keamanan Siber
Porsche Penske Motorsport Menangkan 7 Gelar dengan Porsche 963









