
maiwanews – PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengkampanyekan bantuan bagi korban Topan Rai di Filipina. Kampanye dimulai untuk mengumpulkan dana $6,5 juta pada Jumat 24 Desember. Sehari sebelumnya, Koordinator PBB di Filipina Gustavo Gonzalez mengatakan pihaknya bersama komunitas internasional akan meluncurkan presentasi kebutuhan kemanusiaan.
Dalam konferensi pers virtual, Gustavo Gonzalez mengatakan dibutuhkan dana sebesar 6,4 juta dolar. Dana itu akan dibagikan kepada 530 ribu orang di wilayah paling terdampak oleh siklon tropis Rai. Mereka dikatakan membutuhkan bantuan logistik, air minum, dan sanitasi.
Pekan lalu Topan Super Rai menghantam beberapa wilayah di Filipina, 375 orang dilaporkan tewas, wilayah terdampak parah berada di Selatan dan Tengah Filipina.
Kabinet Sekretaris dan Penjabat Juru Bicara Kepresidenan Sekretaris Karlo Nograles saat konferensi pers pada Rabu 22 Desember di Kota Davao mengatakan daerah-daerah terdampak Topan Odette kini berada dalam Status Bencana setelah Presiden Rodrigo Roa Duterte menandatangani Proklamasi Presiden Nomor 1267, isinya menyatakan Keadaan Bencana di Wilayah 4-B, 6, 7, 8, 10 dan 13.
Pejabat Istana mengatakan deklarasi Keadaan Bencana (State of Calamity) dimaksudkan untuk mempercepat upaya penyelamatan, bantuan, dan rehabilitasi pemerintah dan entitas lain. Deklarasi juga untuk mengendalikan harga barang-barang di daerah terdampak topan.
Selain deklarasi State of Calamity, Presiden Duterte juga telah memerintahkan pencairan dana untuk membantu semua korban, kata Nograles . Dia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mencari dana untuk membantu semua orang terdampak di negara itu. (VOA/FCOO Filipina/z)
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Prabowo Akan Terima Kunjungan Resmi Albanese
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Prabowo Rampungkan Lawatan Diplomatik ke Timur Tengah dan Turkiye









