Putin Izinkan Terima Relawan Asing Lawan Ukraina

20211101-vladimir-putin-bertemu-pimpinan-kemenhan-dan-pimpinan-industri-pertahanan-rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan pimpinan Kemenhan dan pimpinan industri pertahanan di Sochi. Senin 1 November 2021.

maiwanews – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya harus mengizinkan sukarelawan dari luar negeri untuk berperang di Ukraina sebagai bagian dalam operasi militer Moskow.

Presiden Putin memberi lampu hijau pada hari Jumat (11/03/2022) untuk mendatangkan ribuan pejuang dari Timur Tengah untuk berperang melawan Ukraina.

Pada pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Menhan (Menteri Pertahanan) Jenderal Sergei Shoigu mengatakan 16.000 sukarelawan di Timur Tengah siap datang untuk berperang dengan pasukan dukungan Rusia di wilayah Donbass. Wilayah ini memisahkan diri dari Ukraina.

“Jika Anda melihat bahwa ada orang-orang ingin atas kemauan mereka sendiri, bukan karena uang, untuk datang membantu orang-orang di Donbass, maka kita perlu memberi mereka ruang dan membantu mereka sampai ke zona konflik”, kata Presiden Putin sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

Menhan Jenderal Shoigu juga mengusulkan agar rudal sitaan tentara Rusia di Ukraina jenis Javelin dan Stinger buatan Barat harus diserahkan kepada pasukan Donbass.

“Mengenai pengiriman senjata, terutama senjata sitaan tentara Rusia buatan Barat, tentu saja saya mendukung kemungkinan memberikannya kepada unit militer republik rakyat Lugansk dan Donetsk”, kata Presiden Putin.

Rusia melancarkan serangan teradap Ukraina pada 24 Februari segera setelah Presiden Putin mengakui Lugansk dan Donetsk sebagai negara merdeka. Kedua wilayah itu menyatakan memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengatakan operasi militer khusus di Ukraina adalah tanggapan paksa atas genosida oleh Ukraina terhadap penutur bahasa Rusia di Timur negara itu. Klaim ini ditolak oleh Kyiv dan Barat sebagai propaganda perang tak berdasar. (hiu)