
maiwanews – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengotorisasi bantuan militer senilai 200 juta dolar ke Ukraina. Bantuan itu dalam bentuk barang dan jasa pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan militer.
Gedung Putih hari Sabtu (12/03/2022) waktu setempat menyatakan nota pendelegasian wewenang itu diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Bantuan Asing (Foreign Assistance Act/FAA) tahun 1962 Bagian 506(a)(1).
“Saya dengan ini mendelegasikan kepada Menteri Luar Negeri wewenang berdasarkan pasal 506(a)(1) dari FAA untuk mengarahkan penarikan hingga nilai agregat $200 juta”, demikian pernyataan Presiden Biden dalam nota pendelegasian wewenang itu.
Dengan tambahan bantuan tersebut, Amerika Serikat secara keseluruhan telah menyalurkan bantuan keamanan kepada Ukraina sebesar 1,2 miliar doar sejak Januari 2021. Jika dihitung sejan tahun 2014 saat perang Krimea, total bantuan keamanan dari Amerika Serikat telah mencapai 3,2 miliar dolar, VOA melaporkan Minggu (13/03/2022).
Sebuah media Rusia, RT, dalam laporannya hari Minggu (13/03/2022) menyebutkan, egara-negara Barat telah memasok Ukraina dengan senjata anti-tank, sistem rudal pertahanan udara, senapan mesin, pelindung tubuh, dan peralatan lainnya sejak dimulainya serangan Rusia pada 24 Februari.
Namun mereka dinilai gagal mencapai kesepakatan untuk mengirim jet tempur era Soviet ke Ukraina, sementara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) menolak permohonan berulang kali Kyiev untuk menetapkan zona larangan terbang di atas negara itu. Penolakan NATO itu karena khawatir akan konflik bersenjata dengan Moskow. (hiu)
Presiden dan Menteri ATR Bahas Isu Pertanahan
Lockheed Martin Terima Kontrak $270 Juta Daru AU AS Terkait F-22 Raptor
Trump Ancam Sanksi Jika Rusia Enggan Rundingkan Ukraina
Jubir Kemenlu Rusia Tanggapi Serangan Pesawat Nirawak Ukraina
Zelenskyy-Ishiba Bahas Dukungan Berkelanjutan Jepang ke Ukraina









