
maiwanews – China membangun kabel bawah laut menghubungkan dengan Kenya. Kabel berkecepatan tinggi ini mencapai panjang 15 ribu kilometer. Beijing menyebut program bernilai jutaan dolar tersebut sebagai jalur sutra digital. Proyek ini akan memenuhi kebutuhan Afrika akan infrastruktur untuk memperoleh konektivitas internet dengan kualitas lebih baik.
Proyek kabel bernama PEACE (Pakistan and East Africa Connecting Europe) senilai 425 juta dolar sebagian sahammnya dimiliki perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei. VOA melaporkan hari Kamis (31/03/2022).
Perkembangan pembangunan kabel bawah laut hingga hari Selasa (29/03/2022) telah mencapai Kota Mombasa. CEO (Chief Executive Officer) perusahaan mitra, Telekom lokal Kenya, Mugo Kibati, dalam pernyataannya mengatakan, kabel itu akan membantu memenuhi kebutuhan layanan internet.
Akhir-akhir ini permintaan layanan internet mengalami peningkatan cukup signifikan saat penggunaan internet di kawasan itu tertinggal dibanding kawasan lain di dunia.
COO (Chief Operating Officer) PEACE Cable, Sun Xiaohua, mengatakan, infrastruktur kabel bawah laut akan berdampak pada peningkatan pengembangan bisnis di wilayah Afrika. Dari Kenya, pembangunan kabel berlanjut hingga ke pantai Timur benua Afrika, hingga ke Afrika Selatan.
Selain pembangunan kabel dalam proyek PEACE, China juga mengusulkan proyek kabel 2Africa. Proyek ini disebut akan jadi salah satu proyek bawah laut terbesar di dunia saat diluncurkan pada tahun 2024. (z)
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
Menhan AS-Korsel Bahas Pertahanan Gabungan Kedua Negara
Bahlil Sampaikan Langkah Menuju Kemandirian Energi









