
maiwanews – Badan intelijen Amerika Serikat memperingatkan potensi ancaman nuklir Rusia di tengah berlarutnya perang di Ukraina. Moskow memerintahkan Operasi Militer Khusus sejak 24 Februari lalu terhadap Ukraina dan hingga kini belum ada indikasi kuat bahwa perang akan berakhir.
Direktur Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) William Burns hari Kamis (14/04/2022) mengatakan tidak boleh meremehkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Burns dalam pidatonya di Georgia Tech, Institut Teknologi Georgia di Atlanta, menyebut Presiden Putin makin berani mengambil risiko.
Ia menilai Presiden Putin dan kepemimpinan Rusia berada dalam kondisi putus asa. “Mengingat kemunduran mereka sejauh ini secara militer, tidak ada dari kita dapat menganggap enteng ancaman dari penggunaan senjata nuklir taktis atau nuklir skala rendah”, ungkap Burns.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dikatakan sangat prihatin tentang menghindari Perang Dunia ketiga serta tentang menghindari ambang batas di mana konflik nuklir menjadi mungkin.
“Sementara kami telah melihat beberapa sikap retoris di pihak Kremlin, tentang pindah ke tingkat siaga nuklir lebih tinggi, sejauh ini kami belum melihat banyak bukti praktis tentang jenis penyebaran atau disposisi militer akan memperkuat kekhawatiran itu. Kami sangat memperhatikannya. Itu salah satu tanggung jawab terpenting kami di CIA”, pungkas Burns. (hiu)
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Sekda Sulsel Dorong Peningkatan Pelayanan Publik Polda Lewat FGD
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara









