Sanksi Barat Jadi Faktor Negatif Bagi ekonomi Rusia

20220419-vladimir-putin-telekonferensi-isu-ekonomi-18apr2022
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan membahas isu ekonomi di Novo Ogaryovo, Moskow. Senin, 18 April 2022.

maiwanews – Tekanan dari sanksi oleh negara-negara Barat telah menjadi faktor negatif utama bagi perekonomian akhir-akhir ini. Mereka mengharapkan sanksi-sanksi tersebut dengan cepat menghasilkan efek menghancurkan pada keuangan dan ekonomi Rusia, menebar kepanikan di pasar, membawa runtuhnya sistem perbankan dan menciptakan kekurangan besar barang di toko-toko.

Hal itu disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin di Novo Ogaryovo, Moskow, dalam pidatonya pada telekonferensi dengan para pejabat Rusia membahas isu ekonomi. Pertemuan daring berlangsung pada hari Senin (18/04/2022), dihadiri antara lain oleh Gubernur Bank Sentral Elvira Nabiullina dan Menteri Keuangan Anton Siluanov.

Atas tekanan negara-negara Barat, Presiden Putin mengklaim bahwa kebijakan tersebut telah gagal di Rusia. Strategi melancarkan serangan kilat ekonomi tidak efektif. Sanksi itu justru berdampak lebih buruk terhadap negara-negara pemrakarsa.

“Saya mengacu pada inflasi dan pengangguran lebih tinggi dan prospek ekonomi memburuk untuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, serta penurunan standar hidup orang Eropa dan depresiasi tabungan mereka”, ungkap Presiden Putin.

Rusia dikatakan telah mampu menahan tekanan Barat, situasi kembali normal dengan pulihnya rubel ke posisi semula pada paruh pertama Februari. Mata uang Rusia pulih karena surplus perdagangan, ini merupakan realitas objektif.

Pada kuartal pertama, surplus transaksi berjalan melebihi $58 miliar, menetapkan rekor tertinggi dalam sejarah. Uang asing kembali ke sektor perbankan dan simpanan rumah tangga tumbuh.

Namun, Presiden Putin tidak menampik bahwa pembatasan terhadap Rusia oleh negara-negara tidak bersahabat telah mempengaruhi bisnis Rusia, dan memperumit logistik ekspor dan impor dan menciptakan hambatan untuk membuat penyelesaian.

Untuk itu, penting untuk memberikan bantuan sebanyak mungkin kepada pengusaha dalam menangani masalah ini, termasuk mempercepat transisi perdagangan luar negeri ke rubel dan mata uang nasional negara-negara mitra bisnis andal Rusia.

Dalam menghadapi perubahan lingkungan, Presiden Putin menekankan perlunya melakukan hal-hal tersebut lebih cepat. “Saya ingin Anda melaporkan hari ini tentang bagaimana pekerjaan ini diatur dan targetnya”, jelas Presiden Putin. (hiu)