
maiwanews – Pemerintah Indonesia melanjutkan bantuan kemanusiaan untuk Turki setelah negara itu dihantam gempa dahsyat. Jika diperlukan, tim penyelamat siap membantu hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kesiapan ini disampaikan Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy, usai mengunjungi pusat operasi tim INASAR (Indonesia Search and Rescue) di Kota Antakya, Provinsi Hatay, Turki, Rabu (22/02/2023).
Menko Muhadjir mengungkapkan, ia telah bertemu menteri kesehatan Turki untuk memastikan semua bantuan dari Indonesia telah diterima dengan baik. Pemerintah Turki juga dikatakan berharap agar Indonesia tetap mengambil peran pada tahap berikutnya.
Gempa Turki terjadi pada 6 Februari. Badan geologi Amerika Serikat menyebut gempa Turki berkekuatan 7,8 skala Richter. Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pidatonya menyebut kekuatan gempa pertama berkekuatan 7,7, disusul gempa kedua dengan Magnitudo 7,6. Beberapa hari kemudian, gempa kembali terjadi di Hatay pada 20 Februari, US Geological Survey (USGS) awalnya menyebut kekuatannya Magnitudo 6,4 sebelum merevisi menjadi 6,3.
Pemerintah Turki dikatakan membutuhkan bantuan vaksin maupun serum tetanus dan rabies. Hal ini akan disampaikan Menko Muhadjir kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, pemerintah Turki pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi nanti, membutuhkan bantuan untuk membangun rumah bagi korban gempa. (z/BPMI Setpres/maiwanews)
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Presiden Luncurkan PHTC, Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Teknologi Digital
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan









