Egyptair Terima Pengiriman Pesawat Airbus A321neo Pertama di Afrika

20230228-pesawat-airbus-a321neo-egyptair-prod24feb2023hamburg
Pesawat komersil A321neo Egyptair di Hamburg pada 24 Februari 2023 waktu setempat. (Foto: Airbus Operations GmbH 2023 / Stefan Kruijer)

maiwanews – Maskapai penerbangan Mesir, Egyptair, menerima pengiriman pesawat komersil Airbus A321neo. Ini merupakan pengiriman pertama pusat mengiriman Airbus di Hamburg ke benua Afrika.

Pesawat ini memiliki 16 kursi bisnis dan 166 kursi kelas ekonomi. Merupakan anggota keluarga A320 dengan lorong tunggal. Pihak perusahaan mengklaim A321neo menggunakan bahan bakar 20 persen lebih hemat dibandingkan dengan pesawat pesaing generasi sebelumnya.

Dalam keterangannya dari Hamburg pada Senin (27/02/2023), pihak Airbus menegaskan, keunggulan dalam hal penghematan bahan bakar akan memberikan keuntungan bagi Egyptair terkait peningkatan efisiensi dan dapat mewujudkan komitmennya terhadap keberlanjutan, sekaligus mengurangi biaya pengoperasian.

Untuk jenis Airbus, Egyptair sebelumnya telah memiliki armada sebanyak 12 unit pesawat A220, 8 unit A320neos, 2 unit A320ceos, 4 unit A330-200, dan 4 unit A330-300. Dengan penambahan A321neo, maskapai asal Mesir ini terus menunjukkan ambisinya untuk memperluas armada Airbusnya dalam upaya memenuhi permintaan saat ini dan masa depan.

Di seluruh keluarga pesawatnya, pendekatan unik Airbus memastikan bahwa pesawat memiliki kesamaan tertinggi dalam rangka pesawat, sistem on-board, kokpit, dan karakteristik penanganan. Ini secara signifikan mengurangi biaya operasi dan memaksimalkan profitabilitas maskapai.

Penerbangan pengiriman dari Hamburg ke Kairo, Mesir, ditenagai oleh 34 persen campuran Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). SAF adalah bahan bakar penerbangan, diproduksi secara berkelanjutan, terbuat dari bahan baku mulai dari lemak, minyak, dan lemak bekas hingga limbah kota dan kehutanan.

Dibandingkan dengan bahan bakar jet fosil, SAF telah terbukti menghasilkan pengurangan emisi CO2 hingga 80 persen di seluruh siklus hidup SAF. Oleh karena itu, ini dianggap sebagai faktor kunci untuk berkontribusi pada dekarbonisasi penerbangan.

Saat ini, semua pesawat komersial Airbus mampu terbang dengan campuran SAF hingga 50 persen. Bahan bakar dicampur dengan kerosene dan ditargetkan mampu menggunakan 100 persen SAF dalam penerbangan pada akhir dekade ini. Sejak Maret 2021, Airbus telah berhasil menyelesaikan 100 persen penerbangan uji SAF pada pesawat A319neo, A350, dan A380. (z)