Peneliti Gunakan AI untuk Deteksi Penyakit Jantung dan Kanker

20240120-ilustrasi-berita-koran-ttg-kanker-pub15jul2014
Ilustrasi berita di koran tentang kanker. (Foto: PDPics)

maiwanews – Peneliti mencoba memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit kanker dan jantung.

Para peneliti teknik biomedis di Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berupaya mengubah perawatan pasien jantung. Kini mereka dapat membuat kembaran digital, dipersonalisasi dari jantung pasien.

Mereka menggunakan kecerdasan buatan atau AI (Artificial intelligence) untuk membantu memprediksi siapa paling berisiko.

“Kami melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging) jantung depan lalu kami gabungkan dengan semua data klinis tentang pasien”, ungkap Profesor Natalia Trayanova dari Universitas Johns Hopkins sebagaimana dikutip VOA Sabtu, 20 Januari 2024 waktu Indonesia atau Jumat Waktu Standar Timur (EST/Eastern Standard Time).

Dikatakan, hasil MRI dikombinasikan dengan analisis kelangsungan hidup. Dari situ dapat diprediksi dalam 10 tahun berapa risiko pasien mengalami kematian jantung mendadak.

Di pusat kanker komprahensif Sydney Kimmel di John Hopkins, Dr. Victor,memimpin penelitian untuk mengambangkan cara-cara baru dalam mendeteksi kanker baru-paru stadium awal dan kanker lainnya.

Dia dan timnya mengamati bahwa sel-kanker tumbuh dan bereplikasi secara lebih kacau daripada sel normal.

Jadi ketika sel-sel tersebut mati, mereka meninggalkan karakteristik tertentu. Karakteristik ini dapat dikenali dari fragment-fragment DNA di dalam darah.

Dr. Victor mengatakan, jika tes darah dilakukan lebih baik, maka skrining kanker dapat lebih meluas di seluruh dunia. (z/BBG Direct USAGM/VOA)