Australia Paparkan Strategi Baru Lindungi Hak Penyandang Disabilitas di Indo-Pasifik

20241128-ilustrasi-hak-disabilitas-prod28nov2024
Ilustrasi pemenuhan hak penyandang disabilitas. Diproduksi Kamis, 28 November 2024. (Foto/Gambar: Copilot)

maiwanews – Pemerintah Buruh Albanese telah meluncurkan Strategi Keadilan dan Hak Disabilitas Internasional baru, untuk mendorong peningkatan berarti bagi penyandang disabilitas melalui keterlibatan internasional Australia, termasuk program pembangunan dan kemanusiaan internasional.

Demikian tertuang dalam pernyataan Menlu (Menteri Luar Negeri) Australia Senator Hon Penny Wong bersama Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia Pat Conroy MP dan Menteri Layanan Sosial Australia Amanda Rishworth MP, Kamis, 28 November 2024, waktu setempat.

Ini adalah pertama kali Pemerintah Australia merilis strategi disabilitas internasional dalam hampir satu dekade dan untuk pertama kalinya mencakup pengenalan target kinerja untuk keadilan disabilitas dalam program pembangunan internasional Australia.

Strategi ini berfokus pada lima prioritas: (1) Bermitra dengan penyandang disabilitas dan gerakan hak-hak disabilitas; (2) Menghilangkan diskriminasi dan pengucilan; (3) Mempromosikan inklusi disabilitas secara berarti; (4) Mendukung kesetaraan dalam bantuan kemanusiaan dan aksi iklim; (5) memperkuat bukti tentang praktik kesetaraan disabilitas secara efektif.

Australia juga akan menyediakan $12 juta atau lebih dari Rp188 miliar untuk memperluas akses ke teknologi bantuan penting di seluruh Indo-Pasifik, termasuk kursi roda, alat bantu dengar, prostesis, dan perangkat komunikasi.

“Memajukan kesetaraan dan hak bagi penyandang disabilitas mencerminkan nilai-nilai Australia dan membantu membangun masyarakat tangguh, mengurangi kemiskinan, dan menumbuhkan perdamaian”, demikian pernyataan Menlu Wong.

Dikatakan bahwa melalui strategi tersebut, akan melanjutkan warisan membanggakan Australia dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas di seluruh Indo-Pasifik dan sekitarnya.

“Pemerintah Australia memastikan kesetaraan disabilitas menjadi bagian penting dari keterlibatan internasional kami, sehingga tidak ada hal tertinggal”, ungkap Menlu Wong.

Sementara Menteri Conroy menggarisbawahi bahwa secara global, penyandang disabilitas tetap termasuk kelompok termiskin dan paling terpinggirkan. Ia juga mengatakan bahwa penyandang disabilitas memberi kontribusi dalam membentuk strategi ini.

“Penyandang disabilitas membantu membentuk strategi ini, melalui konsultasi dengan organisasi perwakilan dan mitra pembangunan dari seluruh wilayah kami”, ungkap Menteri Conroy.

Adapun Menteri Rishworth dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Australia bangga akan kepedulian ini.

“Australia dengan bangga menandatangani Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas dan kami berkomitmen untuk melaksanakannya”, ungkap Menteri Rishworth.

Ia mengatakan, melalui ‘Program Partisipasi Dukungan’, para penyandang disabilitas di Australia didukung untuk menghadiri konferensi internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagi perspektif serta pengalaman mereka di panggung dunia untuk memajukan kesetaraan dan hak asasi manusia. (z/Menlu Australia)