TUBAN – Isu penculikan anak di bawah usia 10 tahun dengan motiv ritual sepekan belakangan beredar luas di wilayah Kabupaten Tuban.
Dugaan penculikan guna kepentingan ritual pesugihan, kesaktian termasuk pula untuk tumbal proyek itu, lantaran percobaan penculikan ini tidak diikuti dengan pesan, baik melalui SMS (short massage service) lewat ponsel maupun pesan lainnya, dengan meminta tebusan uang kepada keluarga korban.
Tengara penculikan dengan sasaran bocah yang masih duduk di bangku SD tersebut, dikuatkan dari serangkaian upaya merenggut paksa terhadap para anak-anak di Kecamatan Kota Tuban, Semanding, Rengel, Soko, Tambakboyo, Widang, Plumpang, serta beberapa kawasan di Tuban belahan barat seperti Kecamatan Jatirogo, Parengan, Senori dan Kecamatan Kerek yang berada di kawasan PT Semen Gresik (PT SG) pabrik Tuban.
Walau pun belum sempat ada anak-anak yang berhasil dibawa kabur penculik, bukan berarti lantas membuat para orang tua yang ada di Bumi Wali-sebutan lain Kota Tuban- tak mengambil sikap.
“Justru situiasi seperti inilah yang harus diwaspadai para orang tua. Kaena bisa jadi isu penculikan terhadap ank-anak itu dihembuskan sendiri oleh komplotan penculik sebagai uaha menciptakan situasi horor di tengah masyarakat,” kata Ketua LSM WAR (Wahana Aspirasi Rakyat) Tuban, Bambang Lukmanto.
Menurut aktifis kemanusiaan, lingkungan dan hukum ini, para orang tua dengan anak-anak yang mauk target penculikan harus lebih ekstra hati-hati terhadap semua orang asing di lingkungan sekolah maupun lingkungan di mana mereka tinggal.
Mengantisipai agar tak membuat situasi semakin horor, saat ini Bambang dengan para relawannya tengah melakukan penelusuran terkait kebenaran isu penculikan tersebut. Dengan begitu, dia berharap segera mendapatkan akurasi data yang digali di lapangan. Termasuk mencari tahu siapa sejatinya yang mengembuskan isu di tengah kecanggihan informasi saat ini, serta motif di sebaliknya.
Sementara, keheningan pagi awal musim kemarau di Dusun Tawangsari, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, sedikit terusik menyusul muncul kabar adanya usaha penculikan terhadap salah seorang anak usai mengikuti pengumuman kenaikan kelas di SDN Ngadirejo II akhir pekan kemarin.
Keterangan warga, beruntung siswa cewek yang baru saja naik naik ke kelas 4 ini tergolong mujur. Saat berpisah pulang dari rombongan siswa lain pasca pengumunan kenaikan perawan kencur ini dicegat serombongan orang tak dikenal dengan mengendarai Phanter warna silver berplat nomor L.
Masih keterangan warga, semula salah satu dari lima lelaki itu menanyakan rumah kepala desa. Karena mengaku bingung dengan keterangan bocah yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, para rombongan yang diduga berasal dari Surabaya berdasar plat nomor kendaraan yang ditumpanginya, berusaha membujuk gadis kelas 4 SD itu naik Phanter menuju rumah kepala desa dengan memberinya sebatang permen coklat jenis Silver Queen.
Namun baru saja rombongan akan beranjak masuk mobil mendadak muncul sejumlah warga yang baru saja pulang dari sawah. Karena curiga, para petani ini berusaha meminta penjelasan akan diajak kemana gadis kecil itu.
Kecurigaan warga kian menjadi, karena belum sempat memperoleh jawaban mendadak mobil Phanter yang mengangkut rombongan lelaki berpenampilan flamboyant itu sudah keburu kabur.
“Padahal, saat itu sama sekali tak terlintas di benak kami bahwa mereka adalah orang-orang yang diduga akan melakukan penculikan. Informasi itu baru kami dengar dari Pak Kades setelah kami melaporkan kejadian tersebut,” terang sejumlah warga saat rehat makan siang di Dusun Tawangsari.
Sayangnya, warga tak sempat menghafal plat nomor kendaraan yang ditumpangi orang-orang mencurigakan itu, karena konsentrasinya hanya menyelamatkan bocah yang baru saja naik kelas 4 tersebut.
“Yang ada dalam pikiran kami saat itu bagaimana agar bocah SD ini tak jadi dibawa rombongan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah datang ke desa kami. Tapi yang pasti kami tak pernah berpikir bahwa mereka adalah orang-orang jahat,” imbuh warga.
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Prabowo Subianto Tiba di Malaysia untuk Kunjungan Kenegaraan
Menhan AS-Korsel Bahas Pertahanan Gabungan Kedua Negara
Pjs Wali Kota Arwin Azis Pantau Gladi Bersih HUT Kota Makassar ke-417









