maiwanews – Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) membantah adanya bentrokan antara warga dan ormas Islam dengan pendukung Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat.
“Tidak bentrokan, tapi penyegelan tempat ibadah Ahmadiyah, tapi Ahmadiyah-nya tidak berkenan,” kata BHD di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 29 Juli 2010.
Insiden itu adalah upaya penyegelan oleh aparat yang kemudian ditentang oleh para penganut Ahmadiyah dengan melakukan perlawanan.
Hal itu disampaikan Bambang menyusul meluasnya pemberitaan yang menyebutkan bahwa solah-olah kejadian tersebut adalah tindak kekerasan yang dilakukan ormas Islam terhadap pengikut Ahmadiyah.
Seperti diberitakan sebelumnya, upaya penyegelan terhadap tempat ibadah Ahmadiyah di desa Manis Lor, Kec Jalaksana dilakukan oleh aparat dari Satpol PP didukung Kepolisian Resor Kuningan.
Penyegelan ini ditolak oleh warga Ahmadiyah dengan melakukan perlawanan sehingga terjadi bentrokan. Setelah bentrokan mereda, warga Ahmadiyah kembali membongkar segel yang dipasang aparat.
Upaya penyegelan serupa sudah pernah dilakukan oleh aparat setempat beberapa tahun lalu, namun mengalami kegagalan karena kerasnya perlawanan warga Ahmadiyah setempat. Di Desa Manis Lor ini bermukim sekitar 4 ribu warga Ahmadiyah.
Akibat bentrok antara aparat yang menyegel dengan warga Ahmadiyah itu, sejumlah bangunan rusak dan beberapa orang terluka terkena lemparan batu dan benda keras lainnya.
Berselang sehari setelah bentrokan antara warga Ahmadiyah dengan aparat itu, ratusan massa berkumpul di lokasi yang sama, kehadiran dalam rangka mendukung upaya penyegelan yang dilakukan aparat.
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Kakorlantas Imbau Pemudik tidak Gunakan Sepeda Motor
Prabowo Subianto Sambut Kedatangan Presiden Erdogan di Bandara Halim
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Glodok Plaza
Polisi Amankan ART Terduga Pencuri Perhiasan Majikan Senilai Rp697 Juta









