maiwanews – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi berpendapat bahwa Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) serta Jaksa Agung Hendarman Supandji telah menjadi korban mafia Bank Century.
Buktinya, kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu mau begitu saja berbohong soal adanya rekaman percakapan tentang penyuapan antara Ary Muladi dan Deputi Penindakan KPK Ade Raharja.
“Saya menduga dalam kasus ini, Kapolri dan Jaksa Agung juga merupakan korban tekanan mafia Century yang berupaya menutupi skandal yang merugikan keuangan negara Rp6,7 T itu,” kata koordinator GIB Adhie M Massardi di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.
Namun Adhie menyarankan agar sebaiknya kasus ini tidak dipakai Komisi III DPR untuk menekan Kapolri dan Jaksa Agung. Karena menurutnya, kedua pejabat negara tersebut tidak bermaksud berbohong.
“Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji sebenarnya tidak bermaksud membohongi publik,” kata mantan jurubicara Presiden Gus Dur itu.
Sebaiknya menurut Adhie, Komisi III mencari tahu siapa yang memerintahkan untuk berbohong tersebut. Itu dapat dilakukan dalm sebuah pertemuan tertutup dengan Kapolri dan Jaksa Agung.
“Sehingga nanti bisa diperoleh hasil: siapa yang memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung berbohong soal rekaman itu,” kata Adhie.
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Danlantamal VI dan Gubernur Sulsel hadiri panen Raya Serentak
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
Pentagon Kerahkan Brigade Stryker dan Batalyon Penerbangan ke Perbatasan Meksiko









