Toyota Indonesia Kembali Ekspor Fortuner ke Timur Tengah

Toyota Fortunermaiwanews – Setelah sempat berhenti, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia akan kembali mengekspor kendaraan jenis sport (SUV) Toyota Fortuner ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Menurut Irwan, itu disebabkan karena pasar ekspor yang meningkat. “Kebetulan pasar ekspor meningkat sehingga kami bisa mengekspor kendaraan itu lagi,” kata Irwan Priyantoko.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Irwan Priyantoko di Jakarta, Minggu, 15 Agustus 2010.

Menurut Irwan, Toyota kembali mengekspor Fortuner dari Indonesia setelah selama sembilan bulan terakhir, yaitu sejak November tahun lalu, pihaknya tidak mengekspor mobil jenis itu.

TujuanĀ  ekspor Fortuner itu adalah negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman. DiĀ  samping itu, satu negara di ASEAN yaitu Filipina juga jadi tujuan ekpor.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan pulihnya perekonomian dunia mendorong permintaan ekspor lebih tinggi sehingga ekspor Fortuner yang dalam beberapa bulan terakhir yang sebelumnya semua berasal dari Thailand, dialihkan ke Indonesia.

Di Thailand, Toyota memiliki tiga pabrik yang sebagian besar beorientasi ekspor. Namun karena permintaan ekspor yang tinggi, ekspor Fortuner ke Timur Tengah dialihkan ke Indonesia (TMMIN).

Sebelumnya ekspor ke Timut Tengah itu dihentikan, berdasarkan data TMMIN pada 2009, Toyota mengekspor 4.690 unit Fortuner dari Indonesia selama periode Januari sampai Oktober.

Selain Fortuner, Toyota juga mengekspor jenis lain yakni kendaraan serbaguna (MPV) Innova sebanyak 8.325 unit pada 2009, dan pada Januari-Juli 2010 ekspornya telah mencapai 6.290 unit.

Sementara jenis Rush dan Avanza juga diekpor masing-masing 2.991 unit dan 15.256 unit pada 2009. Pada Januari-Juli 2010, ekspor kedua kendaraan itu telah mencapai 12.294 unit untuk Avanza dan 1.763 unit untuk Rush.