maiwanews – Menyusul semakin banyaknya satwa langka yang mati tak terurus, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) segera mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
“Kemarin (19/8) sore dan tadi siang, Menhut telah menelepon saya terkait rencananya mengambil alih KBS,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Surabaya, Jumat, 20 Agustus 2010.
Menurut Soekarwo, penagambilalihan pengelolaan itu sangat lumrah, mengingat Menhut memang memiliki kewenangan dan otoritas dalam rangka menyelamatkan satwa yang menghuni KBS.
“Sekarang ini yang paling penting dilakukan adalah penyelamatan satwa di sana. Kalau ternyata kematian hewan itu akibat dari konflik manajemen, itu nanti akan diselidiki bersama,” tegas Soekarwo.
Bagaimana teknis pengambilalihan itu, belum diketahui, namun untuk mengantisipasi pengambilalihan, Gubernur mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Peternakan Jatim Suparwoko, untuk menginventarisasi binatang di KBS.
“Saya menugaskan Kepala Dinas Peternakan untuk merawat hewan-hewan di sana. Kalau ada yang sakit segera lapor kepada saya. Pokoknya, jangan ada lagi hewan yang mati karena kelaparan atau kurang gizi,” kata Soekarwo.
Selama ini, dana pemeliharaan dan pemberian gizi sejumlah hewan di KBS, Soekarwo menyatakan berasal dari pos anggaran bencana alam yang ada di APBD Jatim, karena kasus ini termasuk KLB (kejadian luar biasa).
Berdasarkan data, sejumlah satwa KBS meninggal tak terurus seperti kanguru Papua mati pada Senin (9/8). Disusul singa Afrika, Rabu (11/8), dan harimau Sumatera, Minggu (15/8). Terakhir, dua ekor kera ungko mati pada Selasa (17/8), dan terakhir, seekor babi rusa dan rusa Bawean juga mati.
Selama periode Februari-Agustus 2010 tercatat sudah 160 hewan yang mati akibat berbagai penyebab, seperti kelaparan, sakit, dan tidak terurus di kebun binatang terbesar dan terlengkap di kawasan Asia Tenggara itu.
Ditengarai, kematian satwa langka secara berturut-turt tersebut karena konflik managemen. Namun dikhawatirkan, konflik itu merupakan bagian dari akal-akalan merelokasi KBS untuk kepentingan bisnis, mengingat lokasi KBSÂ sangat strategis.









