Akhir Masa Kerja Pansus, Lobi Makin Gencar

Jakarta – Pansus Angket Bank Century yang telah bekerja lebih sebulan sejak Desember 2009, akan segera berakhir. Setelah pandangan sementara Fraksi Pansus, pandangan akhir segera disampaikan.

Selama masa kerja Pansus, partai peserta Pansus syarat oleh gempuran dan pertarungan politik dari luar gedung senayan. Mulai dari gerakan parlemen jalanan, debat politik, resuffle, persoalan korupsi, hingga soal pajak membayangi kerja kritis Pansus.

Kalau pertarungan politik itu diibaratkan dengan silat, maka jurus yang dipakai masing – masing fihak mungkin sudah puluhan bahkan ratusan. Jika pada pandangan sementara fraksi beberapa waktu lalu skornya 7 yang menolak bailout dan 2 yang setuju, maka skor pada pandangan akhir nantinya akan jadi hal sangat menarik.

Sejumlah kalangan memprediksi skor tidak akan berubah, kalaupun berubah, skor akan jadi 5 – 4, dengan asumsi PPP dan PAN pindah jalur. Beberapa fraksi utama yang menolak bailout seperti Golkar, PDIP. Gerindra, Hanura, sudah menyatakan tidak akan berubah dalam pandangan akhir, bahkan dengan temuan baru dari penelusuran aliran dana, justru rekomendari malah makin tebal.

Terlepas dari itu, issu tentang tawaran jabatan, materi, meski dibantah, makin santer berhembus. Yang pasti, lalu lintas lobi makin kencang. Dikabarkan Idrus Marham bertemu dengan SBY, Hatta Rajasa bertemu dengan partai koalisi, dan Andi Arif juga sowan dengan sejumlah elit PDIP.

Di luar itu, beberapa kebijakan eksekutif yang kontroversial mengemuka secara tergesa – gesa, seperti RPM kontent multimedia, uji materi UU penodaan agama, dan RUU nikah sirih, menambah semarak hangat politik Century.

Apakah kejadian di atas ada kaitan dengan Pansus? Entah, namun kejadian seperti penyerangan markas Bendera, pengungkapan kembali kasus – kasus lama seperti yang menimpa Bachtiar Chamzah, Emir Moeis, Panda Nababan, Setya Novanto, dan pajak Grup Bakrie, agak sulit menyebut tidak ada kaitan dengan panasnya Century, apalagi resuffle.

Sikap fraksi ditunggu publik, dan sikap tersebut jadi pertaruhan besar eksistensi partai – partai, karena perjalanan Pansus secara detil diliput oleh media secara langsung.