TUBAN – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Tuban, Jatim naik antara Rp.300 hingga Rp.1500 per kilogramnya, akibat berkurangnya pasokan dari petani menyusul gagal panen di sejumlah wilayah sejak cuaca ekstrim melanda sejumlah kawasan utama penghasil sembako.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi antara lain beras dan sayur mayor. Di Pasar Baru Tuban, contohnya. Harga beras yang stabil selama beberapa pekan lalu, kini merangkak naik sekitar Rp.300 hingga Rp.500 per kilogram.
“Harga beras jenis Ir 64 kwalitas super di tingkat eceran kini dijual hingga Rp 6500 per kilogram. Sementara kwalitas rendah hingga sedang kini dijual Rp.5.200 hingga Rp 6.200 setiap kilogramnya,” kata seorang pedagang beras di Pasar Baru Tuban, Suwarning, Rabu (03/11/2010) siang.
Hasilpantauan di lapangan menunjukkan, selain beras kenaikan juga terjadi pada sayur mayur seperti tomat, wortel, kentang, sawi, cabe, dan bawang. Dengan kenaikan antara Rp.500 hingga Rp 1.500 per kilogram. Wortel kini dijual Rp 2.500 per kilogram, kentang Rp 6.000 per kilogram,tomat Rp 7.500 per kilogram, sawi Rp 3.000 per kilogram, cabe merah besar Rp 20.000 per kilogram, cabe merah keriting Rp 15.000 per kilogram, cabe rawit Rp 12.000 per kilogram. Sedang bawang merah Rp 20.000 per kilogramnya. Bawang putih Rp.21.000 unutk setiap kilogramnya.
Menurut para pedagang kenaikan beberapa komoditas tersebut, selain minimnya pasokan dari para petani, kenaikan juga terjadi akibat kwalitas sembako yang buruk. Seperti barang tidak tahan lama bahkan cepat membusuk sebelum laku terjual akibat curah hujan tinggi.









