TUBAN – Sejumlah 145 rumah rusak dan 5 lainnya roboh di tiga desa di Kecamatan Jenu, Tuban terserang hantaman angin puting beliung, Rabu (12/1/2011) pagi.
Sampai berita ini ditulis belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Akan tetapi, jumlah kerusakan dimungkinkan akan bertambah besar.
Karena, sampai kini sejumlah desa yang diterjang angin beliung belum memberikan laporannya secara lengkap. Kerugian materi pun masih dalam pendataan.
Ke-3 desa yang diterjang angin beliung itu meliputi Beji, Tasikharjo, dan Desa Socorejo, yang berada tak jauh dari perairan pantura.
Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, angin putting beliung yang menerjang tiga kampung sudah berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Terjangan angin yang disertai hujan deras telah mengakibatkan sedikitnya 145 rumah rusak dan lima unit rumah diantaranya roboh.
Kapolsek Jenu, AKP Murni, menyatakan serangan angin puting beliung paling kencang diserti hujan deras terjadi pada Rabu (12/1/2011) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
“Belum ada laporan korban jiwa.Namun, sedikitnya tiga desa yang tersapu angin,” kata Murni.
Data sementara yang sudah diterimnya angin beliung menerjang tiga desa meliputi Beji, Tasikharjo, dan Socorejo. Rinciannya, untuk Desa Beji terdapat 1 unit rumah roboh dan 25 rumah rusak.Di Desa Tasikharjo dilaporkan ada 4 rumah roboh dan 22 rumah mengalami kerusakkan.
Terakhir, untuk Desa Socorejo terdata ada 100 rumah mengalami kerusakan. Rata-rata rumah yang rusak pada bagian atapnya.
Murni menambahkan, jumlah kerusakkan tersebut dimungkinkan bisa meningkat. Sebab, sejumlah desa belum memberikan laporan.Termasuk, Desa Mentoro yang berlokasi disekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar.
“Kami masih menunggu data lengkapnya berikut jumlah kerugian materi yang ditimbulkan. Sebab, sejumlah aparat terkait masih melakukan pendataan,” tandasnya. (LEA)









