Ribuan rakyat Iran melakukan demonstrasi di Teheran sebagai aksi solidaritas terhadap pengunjuk rasa di Mesir dan Tunisia. Para demonstran turun ke jalan di Teheran sehabis Shalat Jumat, mereka meneriakkan slogan-slogan anti Israel, Amerika Serikat, dan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Demonstran membakar gambar Mubarak dan Presiden AS Barack Obama, mereka juga membakar bendera Amerika dan Israel. Mereka mengecam dekade campur tangan asing dalam urusan regional.
Para demonstran mengatakan mereka ingin menunjukkan oposisi mereka terhadap kediktatoran Israel dan AS yang didukung di negara-negara Arab dan Muslim.
Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang memimpin Shalat Jumat, mengatakan bahwa perkembangan terakhir di Afrika Utara adalah hasil dari “kebangkitan Islam, yang mengikuti Revolusi besar bangsa Iran.”
Ribuan tentara telah dikerahkan di lokasi-lokasi penting seluruh kota untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan.
Pihak oposisi Mesir Jum’at hari ini mengatakan telah merencanakan demonstrasi besar-besaran. Aksi itu dinamai Day of Departure, tujuannya untuk memaksa Hosni Mubarak segera mengundurkan diri. Kelompok masyarakat sipil di Alexandria dan Suez juga menyuarakan tuntutan agar rezim Mubarak segera mundur.
Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Mubarak mengatakan ia sudah muak menjadi presiden dan ingin segera meninggalkan kantor, tapi ia mengaku khawatir hal itu akan menyebabkan kekacauan. (PressTV)
Hardiknas di Makassar, Appi Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Arus Lalu Lintas Tol Jelang Puncak Mudik, Lancar
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina
Austin Tantang Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina untuk Tetap Memberi Dukungan
Operasi Lilin 2024, Aktivitas di Berbagai Gerbang Tol dari dan ke Jakarta Meningkat









