Sebuah laporan televisi mengatakan cabang Al-Qaida di Afrika Utara ingin Perancis membatalkan larangan memakai burka dan sebagai imbalannya, pembebasan tujuh sandera, termasuk lima warga Perancis. Burka (Burqa) adalah pakaian wanita muslimah yang menutup seluruh bagian tubuh kecuali mata.
Stasiun televisi al-Arabiya yang berbasis di Dubai melaporkan Senin bahwa para penculik juga menuntut pembebasan beberapa tahanan yang ditahan Perancis dan uang tunai sebesar 9,7 juta dolar.
Pejabat Perancis tidak memberi komentar terhadap berita ini. Perancis baru-baru ini meloloskan sebuah UU yang melarang pemakaian burka di tempat-tempat umum, kecuali tempat ibadah.
Minggu sore, seorang pejabat di Niger mengatakan satu-satunya perempuan dalam kelompok itu, Francoise Larribe yang berkebangsaan Perancis, sakit ketika diculik dan membutuhkan bantuan medis.
Orang bersenjata menculik lima orang berkebangsaan Perancis, satu warga Togo dan satu warga Madagaskar pada 16 September di Niger utara. Pejabat mengatakan para sandera kini ditahan di Mali yang bersebelahan.
Bulan Juli lalu Majelis rendah parlemen Perancis memutuskan pelarangan Burka dengan suara 336 berbanding 1. Sebagian besar anggota oposisi dari partai Sosialis dan Komunis menolak ikut dalam pemungutan suara itu. Mereka memperkirakan Mahkamah Konstitusi akan memutuskan bahwa peraturan itu bersifat tidak konstitusional dan akan memberi Islam fundamentalis sebuah kemenangan.(voa/Foto:wikimedia)
Ketua Dekranasda Makassar Perkenalkan Baju Bodo, Ajang Promosi Warisan Budaya
Bareskrim Polri Tegaskan Ijazah Jokowi Asli dan Sah Berdasarkan Uji Forensik
Aliyah Mustika Ilham Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke-117
Prabowo dan Rosan Bahas Danantara dan Arah Investasi
Wadan lantamal VI Makassar Berikan Pengarahan Kepada Personel Tidur Dalam Mako Lantamal VI









