
maiwanews – Dinas Margasatwa Amerika Serikat (AS) mulai menyelidiki kasus pembunuhan singa bernam Cecil. Terduga pelaku pembunuhan, seorang dokter gigi di Amerika masih di persembunyiannya. Pesan Twitter Dinas Margasatwa Amerika menyebutkan mereka mulai melakukan penyelidikan, namun mereka belum bisa menghubungi dokter gigi tersebut, Walter Palmer dari Eden Prairie, Minnesota.
Dinas margasatwa Amerika mendesak Palmer atau wakilnya menghubungi pejabat berwenang. Dinas tersebut juga menyatakan pelaku pembunuhan Cecil sebagai hal menyedihkan dan ke manapun mereka pergi, faktanya mereka dalam penyelidikan.
Penyelidikan didasarkan pada Undang-Undang Amerika terkait larangan perdagangan hewan jika dibunuh secara ilegal. Penyelidikan itu dipusatkan pada apakah Palmer terlibat dalam persekongkolan untuk melanggar undang-undang.
Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyebutkan akan meninjau kembali petisi masyarakat untuk mengekstradisi dokter gigi tadi. Juru bicara Josh Earnest hari Kamis 30 Juli mengatakan petisi itu telah melampaui 100 ribu tandatangan.
Beberapa hari lalu pejabat dinas satwa liar di Zimbabwe menuduh turis Amerika membunuh singa dilindungi. Singa berusia 13 tahun tersebut merupakan salah seekor singa tertua dan ternama di Zimbabawe. Pembunuhan dilakukan dengan membayar seorang pemburu bernam Theo Bronkhorst dan seorang pemilik taman satwa swasta bernama Honest Ndlovu sebesar $50 ribu (Rp 672,4 juta).
Ketua Satuan Tugas Pelestarian Zimbabwe (ZCTF) Johnny Rodrigues mengatakan singa dipancing keluar dari Taman Nasional Hwange menggunakan umpan dan kemudian ditembak oleh Walter James Palmer menggunakan busur. Menurut Rodrigues, kedua orang bayaran Palmer akan menghadapi tuduhan perburuan ilegal, Rabu, di Hwange atas pembunuhan terhadap singa itu tanggal 1 Juli. (m013/VoA 1 2)









