Jakarta – Sejumlah spekulasi, teka-teki, dan isu tentang rencana pengunduran diri Amien Rais dari Partai Amanat Nasional terjawab sudah. Pendiri PAN sekaligus mantan ketua MPR tersebut menyatakan belum akan mundur dari PAN setidaknya hingga semua pengrusan PAN sudah sempurna.
Hal tersebut disampaikan Amien Rais saat mengumumkan kepengurusan MPP PAN yang diketuainya di ruang rapat fraksi PAN DPR RI Senayan Jakarta, Jumat 5 Maret 2010.
Amien Rais memang berencana kembali ke habitatnya Muhammadiyah, yang telah membesarkan tokoh yang terkenal sejak dulu sangat keras menentang kebijakan-kebijakan pemerintah di masa orde baru berkuasa.
Yang agak janggal bagi publik adalah kalau Amien Rais bersedia kembali ikut berkompetisi memperebutkan posisi ketua umum organisasi Islam Terbesar kedua di Indonesia itu setelah ia digantikan oleh Buya Syafii Maarif, kemudian Syafii Maarif digantikan oleh Dien Syansuddin yang sekarang sedang menjabat.
Namun menurut orang yang dikenal dekat dengan Amien selama ini yang juga wakil ketua umum DPP PAN Dradjat Wibowo yang disampaikan melalui pesan singkat, bahwa Amien Rais berniat mengundurkan diri dari PAN karena desakan warga Muhammadiyah agar kembali memimpin Muhammadiyah.
Isu pengunduran diri ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN tersebut dispekulasikan sejumlah kalangan akibat kekecewaannya terhadap perbedaan pendapat dengan Hatta Rajasa tentang pendapat akhir fraksi Pansus Century.
Tokoh reformasi itu menyatakan dengan tegas dalam berbagai kesempatan bahwa PAN harus tegas mengungkapkan adanya pelanggaran dalam bailuot Century, namun kenyataannya PAN mengambil posisi ragu-ragu bahkan akhirnya dalam Paripurna Pansus, PAN berpendapat bahwa kebijakan dan pelaksanaaan bailout tidak ada pelanggaran.









