
maiwanews – Pemerintah Amerika Serikat (AS) merelokasi mitra kerja militer dan diplomatik di Afghanistan, termasuk juru bahasa dan penerjemah. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) untuk Manajemen dan Sumber Daya Brian P McKeon menyampaikan dalam arahannya Rabu 21 Juli melalui telekonferensi.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah AS untuk sementara akan merelokasi mereka beserta keluarga dimana merasa terancam di Afghanistan. relokasi dilakukan agar mereka dapat menyelesaikan pemrosesan Visa Imigran Khusus (Special Immigrant Visa/SIV) mereka di luar Afghanistan.
Pemerintah AS telah mempercepat pemrosesan SIV dengan menambahkan staf di Kedutaan Besar AS Kabul untuk memproses aplikasi dan dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan alur kerja.
Pada bulan Februari, Kedutaan Besar (Kedubes) Kabul dibuka kembali untuk layanan visa imigran langsung setelah penangguhan 11 bulan karena pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Tumpukan dokumen tertunda akibat pandemi telah diselesaikan dan petugas bekerja secepat mungkin untuk mewawancarai pelamar SIV.
Sejak Januari, Kedubes AS di Kota Kabul telah menyetujui 2.500 Visa Imigran Khusus. Namun masih banyak pekerjaan harus dilakukan. Itu sebabnya Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken meminta Dubes tiga kali Tracey Jacobson untuk memimpin satuan tugas (satgas) koordinasi Afghanistan.
Wamenlu McKeon mengatakan satgas bertugas mengoordinasikan upaya Pemerintah AS untuk membawa pelamar SIV bersyarat ke Amerika Serikat setelah pemeriksaan keamanan mereka selesai. Departemen Luar Negeri, Keamanan Dalam Negeri, departemen dan lembaga Pemerintah AS terkait lainnya akan membantu pria dan wanita mitra AS di Afganistan. Mereka telah mengambil risiko signifikan untuk mendukung personel militer dan diplomatik AS di negara itu. (z/Deplu AS)
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel
Menhan AS Sebut Polandia Sebagai Mitra Strategis di Sisi Timur NATO
Pertemuan Bilateral Amerika-Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan
Menhan AS Rencana untuk Menampung Migran Ilegal di Teluk Guantanamo









